Sekda DIY Cegah Korupsi Tidak Bisa Sendirian, Butuh Kolaborasi

Sekda DIY Cegah Korupsi Tidak Bisa Sendirian, Butuh Kolaborasi

Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan paparan dalam forum sinergi pencegahan korupsi yang digelar KPK di Yogyakarta, Sabtu (6/12/2025).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BACA JUGA : Siswa SMPN 5 Tanjung Juara Lomba Baca Puisi Anti Korupsi Tingkat Kabupaten Brebes 2025

BACA JUGA : Rp 259 Miliar Mengalir Lewat Pengadaan Langsung Bantul, JCW Sebut Potensi Korupsi Tinggi

“Budaya integritas tidak boleh berhenti pada slogan atau aturan formal. Ia harus hadir dalam kebiasaan, keberanian moral, dan konsistensi perilaku,” tuturnya.

Selain strategi kolaboratif tersebut, ia juga menggarisbawahi peran standar teknokratis dalam memperkuat sistem pencegahan korupsi. 

Ia menyoroti penerapan ISO 37001 Anti-Bribery Management System sebagai opsi penguatan tata kelola, khususnya di sektor-sektor strategis. Standar internasional ini dinilai mampu memberikan kerangka kerja yang lebih jelas untuk mengendalikan risiko suap.

Riset global, lanjutnya, menunjukkan bahwa ISO 37001 mampu meningkatkan deteksi risiko, memperkuat kontrol internal, memastikan audit dan pelaporan yang transparan, serta menumbuhkan budaya kepatuhan yang lebih konsisten.

Namun ia menegaskan bahwa implementasi ISO 37001 tidak boleh dipahami sebagai pencapaian administratif semata. 

“Standar ini tidak boleh diperlakukan hanya sebagai formalitas sertifikasi. Tantangan sebenarnya ada pada komitmen dan konsistensi pelaksanaannya,” ujarnya. 

BACA JUGA : Rp 259 M Belanja Langsung Disorot KPK, JCW: Kalau Dibiarkan, Bantul Jadi Surga Korupsi

BACA JUGA : Alih Fungsi Lahan Pertanian di DIY, Dugaan Korupsi Bisa Ancaman Ketahanan Pangan

Ia menilai, jika diterapkan secara substansial, bukan simbolik, standar tersebut dapat menjadi penopang penting dalam menciptakan lingkungan bisnis yang berintegritas. 

Ia menekankan perlunya menghadirkan arsitektur integritas yang bekerja sebagai sistem menyeluruh dan berkelanjutan. 

“Integritas harus menjadi sebuah arsitektur, sistem manajemen yang tertanam dalam denyut organisasi, menjadikannya built-in engine, bukan sekadar add-on yang ditempel di permukaan,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasinya kepada KPK yang telah menginisiasi seminar ini sebagai bagian dari rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia. 

Menurutnya, forum seperti ini penting untuk mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha agar dapat membangun pemahaman yang sama mengenai urgensi integritas di seluruh sektor.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: