Tahun Baru 2026, Sekda DIY Ajak Warga Jogja Hentikan Petasan dan Kembang Api

Tahun Baru 2026, Sekda DIY Ajak Warga Jogja Hentikan Petasan dan Kembang Api

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengajak masyarakat Jogja merayakan pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara yang lebih bermakna, tertib, dan penuh empati.--Dok. Pemda DIY

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara yang lebih bermakna, tertib, dan penuh empati.

Ajakan tersebut disampaikan Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam keterangan video pada Rabu (31/12/2025), menjelang malam pergantian tahun.

Menurutnya, pergantian tahun bukan sekadar momen euforia, melainkan ruang refleksi untuk menoleh ke belakang sekaligus menata harapan ke depan. 

Dalam konteks tersebut, Pemda DIY mengingatkan masyarakat agar tetap memiliki rasa empati terhadap saudara-saudara yang saat ini tengah terdampak bencana alam di berbagai daerah.

BACA JUGA : Kembang Api Tak Dilarang, Warga Jogja Diminta Tunjukkan Empati Saat Tahun Baru

BACA JUGA : Kunjungan Sleman City Hall Naik 40 Persen, Siapkan Pesta Kembang Api saat Nataru

“Pergantian tahun selalu menjadi ruang refleksi untuk menoleh ke belakang sekaligus menata harapan. Menyongsong tahun 2026 ini, Pemda DIY mengajak seluruh masyarakat tetap mempunyai rasa empati terhadap saudara-saudara kita yang tengah tertimpa musibah bencana alam,” ujar Made.

Ia menekankan, empati tersebut dapat diwujudkan dengan merayakan malam Tahun Baru secara lebih dewasa dan bertanggung jawab, salah satunya dengan tidak menyalakan petasan maupun kembang api.

“Mari rayakan malam tahun baru dengan cara yang lebih bermakna, tertib, aman, dan bertanggung jawab tanpa menyalakan petasan maupun kembang api,” imbuhnya.

Sekda DIY juga mengajak masyarakat untuk mengganti suara bising perayaan dengan lantunan doa serta mengubah euforia pergantian tahun menjadi aksi nyata untuk saling membantu dan menguatkan sesama, terutama mereka yang sedang berduka akibat bencana.

BACA JUGA : Bantul Larang Petasan dan Kembang Api Besar Saat Nataru 2025, Warga Wajib Tahu Aturan dan Sanksinya

BACA JUGA : Malam Tahun Baru di Malioboro, Pemkot Yogyakarta Siagakan AED dan Ambulans Darurat

“Mari kita ganti suara bising dengan lantunan doa dan mengubah euforia perayaan menjadi aksi nyata untuk saling membantu serta menguatkan mereka yang sedang berduka,” tuturnya.

Ni Made Dwipanti Indrayanti berharap, memasuki tahun 2026, seluruh masyarakat DIY senantiasa berada dalam lindungan Tuhan serta mampu menjaga semangat solidaritas dan kebersamaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: