Ribuan Warga Salat Idulfitri di Lapangan Trimulyo Bantul, Haedar Ajak Lahirkan Teladan Terbaik

Ribuan warga mengikuti pelaksanaan Salat Idulftiri di Lapangan Trimulyo, Jetis, Bantul, pada Senin (31/3/2025) pagi, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir selaku Khatib Salat Ied, mengajak melahirkan teladan terbaik. --Dok. PP Muhammadiyah
BANTUL, diswayjogja.id - Ribuan warga mengikuti ibadah Salat Idulfitri di Lapangan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, pada Senin (31/3/2025) pagi, yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jetis.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, dalam khutbah Salat Ied mengatakan, apabila setiap muslim yang berpuasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadan benar-benar mempraktikkan sikap takwa dalam kehidupan sehari-hari maka akan terwujud kehidupan yang lebih baik dan utama dalam ranah pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.
“Kehidupan yang dilandasi takwa akan melahirkan teladan terbaik atau uswah hasanah mengikuti jejak Nabi, sekaligus menebar rahmat bagi alam semesta,”ujar Haedar.
Haedar melanjutkan, ketakwaan dalam kehidupan keluarga akan melahirkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Antar anggota keluarga satu sama lain saling kasih sayang, menghormati, menjaga, dan memuliakan. Setiap keluarga peduli pada kerabat dan tetangganya dengan menyambung silaturahmi yang baik.
BACA JUGA : 15 Kontingen Ikuti Gema Takbir Njeron Beteng di Alun-Alun Selatan Yogyakarta
BACA JUGA : Ramaikan Malam Lebaran, Ratusan Peserta Pawai Takbir di Kotagede Yogyakarta
“Suami dan istri saling menyayangi dan bertanggung jawab dengan penuh kemuliaan. Anak-anak terdidik dengan baik sehingga menjadi insan saleh yang berbakti kepada orang tua (birrul walidain) serta menjadi qurrata ‘ayunin atau generasi permata hati,” jelasnya.
Pasca puasa Ramadan dan Idulfitri setiap muslim semakin baik dalam hubungan kemanusiaan dan kemasyarakatan yang berkeadaban mulia. Sesama warga dan elite bangsa terjalin hubungan yang damai, tengahan, toleran, rukun, dan bersaudara meskipun berbeda agama, suku, ras, golongan, dan pandangan politik. Satu sama lain tercipta harmoni untuk saling peduli, berbagi, tolong menolong, toleransi, dan saling memajukan.
“Apalagi dalam kondisi kesulitan hidup yang memerlukan sikap saling peduli dan berbagi,”katanya.
Haedar juga menuturkan bahwa fungsi puasa dan jiwa takwa dalam berinteraksi dengan sesama khususnya melalui media sosial yang menjadi budaya baru saat ini, harus mampu mengembangkan etika dan keadaban yang luhur dengan mengedepankan ujaran-ujaran dan tindakan yang ihsan guna menebar kebaikan, kedamaian, keselamatan, pengetahuan, dan keutamaan hidup.
BACA JUGA : Majelis Mujahidin Gelar Salat Idulfitri Lebih Awal 30 Maret 2025, Diikuti Seratusan Jamaah di Yogyakarta
BACA JUGA : Wali Kota Yogyakarta Ajak Warga Jaga Kebersihan Idulfitri, Tangkap Pembuang Sampah Liar
Seraya menjauhi hal-hal dusta, hoaks, serta mengandung pesan pertengkaran, kebencian, permusuhan, dan keburukan.
Selain itu, Haedar juga menuturkan bahwa fungsi kerohanian yang lebih luas dari hasil puasa yaitu menjadi kekuatan untuk membangun negara menuju baldatun thayyaibatun wa rabbun ghafur”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: