14 Titik Bencana Hidrometeorologi di Bantul Jadi Prioritas Pemulihan
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, meninjau lokasi talud longsor di Srigading, Sanden, pasca-bencana akhir Desember 2025.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan 14 lokasi terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir Desember 2025 sebagai prioritas penanganan.
Peristiwa cuaca ekstrem pada 26–27 Desember lalu menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur vital, yang berperan penting dalam mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan seluruh titik yang terdata menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk segera dilakukan pembenahan.
"Kami menargetkan pemulihan bisa berjalan cepat agar aktivitas warga kembali normal," katanya, Jumat (6/2/2026).
BPBD mencatat kerusakan tersebar di berbagai kapanewon.
Di Imogiri, jalan longsor terjadi di kawasan Lemah Rubuh, talud longsor di Jalan Siluk, serta jalan ambles di Kedung Jati dan Sompok.
BACA JUGA : Gempa M 6,4 Rusak 13 Titik di Bantul, 15 Warga Luka
BACA JUGA : Gempa Pacitan Dini Hari Guncang DIY, Rumah dan Tempat Ibadah di Bantul Rusak
Sementara itu, di Kapanewon Kretek, jembatan di Donotirto ambrol.
Talud penahan tanah di Srigading, Sanden juga mengalami kerusakan cukup parah.
Pada fase awal penanganan pascakejadian, BPBD memfokuskan pemulihan di wilayah dengan dampak paling berat, seperti Kelurahan Srigading di Sanden, Tirtosari di Kretek, dan Selopamioro di Imogiri.
“Prioritas kami adalah titik-titik yang berdampak langsung pada keselamatan warga dan kelancaran transportasi,” ujarnya.
BPBD telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat proses perbaikan.
Infrastruktur yang terdampak, menurutnya, memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi warga sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: