Gempa M4,5 Sesar Opak Guncang Bantul, BPBD Sebut Belum Ada Kerusakan

Gempa M4,5 Sesar Opak Guncang Bantul, BPBD Sebut Belum Ada Kerusakan

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, memberikan keterangan kepada wartawan terkait gempa M4,5 akibat aktivitas Sesar Opak yang mengguncang Bantul dan sekitarnya, Selasa (27/1/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul dan sekitarnya, Selasa (27/1/2026) siang. 

Getaran dirasakan hingga sejumlah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Meski sempat membuat warga berhamburan keluar rumah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul memastikan belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa hingga beberapa jam setelah kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan gempa terjadi pada pukul 13.15.32 WIB.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di darat pada koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur, atau sekitar 16 kilometer arah timur Bantul, dengan kedalaman hiposenter 11 kilometer.

“Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Opak. Hingga saat ini, kami belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat kejadian tersebut,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026). 

BACA JUGA : BPBD DIY Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Gunungkidul Jadi Wilayah Paling Terdampak

BACA JUGA : Risiko Hujan Lebat Menguat di Awal 2026, Ini Peringatan BPBD Sleman

Ia menjelaskan, sesaat setelah gempa dirasakan, petugas BPBD langsung melakukan pemantauan di sejumlah titik, terutama wilayah yang berada di sekitar jalur Sesar Opak. 

Koordinasi juga dilakukan dengan aparat kalurahan, relawan kebencanaan, dan unsur TNI-Polri untuk memastikan kondisi warga serta infrastruktur vital seperti jembatan, fasilitas kesehatan, dan bangunan sekolah.

“Kami langsung melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan relawan di tingkat kelurahan. Fokus kami adalah memastikan tidak ada dampak lanjutan yang berpotensi membahayakan masyarakat, terutama jika terjadi gempa susulan,” ucapnya.

Getaran gempa dirasakan cukup luas. Di wilayah Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Klaten, intensitas gempa tercatat pada skala III MMI. 

Pada level ini, getaran dirasakan jelas oleh sebagian besar orang di dalam bangunan, seolah ada truk besar bermuatan melintas di sekitar rumah. 

Sementara itu, di wilayah Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang, intensitasnya berada pada skala II MMI, yang berarti hanya dirasakan oleh sebagian orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: