Bantul Siaga Penuh Sambut Nataru, Bupati Ingatkan Risiko Lonjakan Wisata dan Keamanan di Titik Rawan

Bantul Siaga Penuh Sambut Nataru, Bupati Ingatkan Risiko Lonjakan Wisata dan Keamanan di Titik Rawan

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan imbauan terkait keamanan dan kenyamanan wisatawan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru di Bantul, Yogyakarta, Desember 2025.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Lonjakan mobilitas masyarakat saat perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bantul. 

Di tengah meningkatnya arus wisatawan ke kawasan pesisir, destinasi alam, hingga pusat keramaian, aspek keamanan dan kelancaran aktivitas publik dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas daerah.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan bahwa kesiapan daerah sebagai tujuan wisata tidak hanya diukur dari daya tarik destinasi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam memberikan rasa aman bagi para pendatang. 

Menurutnya, prinsip dasar dalam menyambut tamu adalah memastikan mereka merasa dihormati dan terlindungi selama berada di wilayah Bantul.

“Tuan rumah yang baik adalah tuan rumah yang mampu menghormati tamu-tamunya serta memberikan jaminan keamanan,” katanya, Rabu (24/12/2025). 

BACA JUGA : Konser Hanyengkuyung Sumatra di Maguwoharjo Galang Donasi, Surya Group Sumbang Rp 500 Juta

BACA JUGA : Libur Nataru 2026, Waterboom Jogja Targetkan Lonjakan Pengunjung Hingga 5 Persen dari Total Wisatawan

Data kunjungan wisata menunjukkan bahwa periode Natal dan Tahun Baru selalu diikuti peningkatan signifikan jumlah wisatawan ke Bantul. 

Kondisi ini berdampak langsung pada kepadatan lalu lintas, potensi penumpukan di objek wisata, serta meningkatnya kebutuhan pengamanan di ruang-ruang publik. 

Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi keharusan untuk meminimalkan risiko gangguan keamanan maupun kecelakaan.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pengelolaan arus wisata berjalan tertib. 

Mulai dari pengamanan kawasan wisata, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, semuanya harus berjalan secara terintegrasi.

BACA JUGA : Tak ke Bali, Wisatawan Pilih Jogja? Okupansi Hotel Nataru Terus Meningkat

BACA JUGA : BBM Bantul Dipastikan Aman Jelang Nataru: Pertamini Ikut Diawasi, Takaran hingga Kualitas Dicek Rutin

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait