Cegah Super Flu di Lingkungan Kampus, Pakar UMY Ingatkan Vaksinasi dan Protokol Kesehatan

Jumat 09-01-2026,13:18 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

Dalam lingkungan yang padat, kecepatan penularan dapat meningkat jika tidak diantisipasi sejak dini. Agus menekankan pentingnya budaya saling melindungi, seperti penggunaan masker saat flu, menjaga kebersihan tangan, dan tidak memaksakan diri beraktivitas saat sakit.

“Flu tidak boleh dianggap sepele, karena satu orang yang sakit bisa menularkan ke banyak orang di kampus,” imbuhnya.

BACA JUGA : Akses Sulit, UMY Rescue Tetap Layani Kesehatan Warga Terdampak Banjir Aceh Tengah

BACA JUGA : Sunat Gratis Anak dan Hibah Water Purifier, UMY Rescue 2025 Dukung Pemulihan Pascabanjir Aceh

Selain itu, civitas academica diingatkan lebih peka terhadap tanda infeksi yang memerlukan perhatian medis, seperti demam tinggi menetap, nyeri otot berat, atau gangguan pernapasan. Deteksi dan penanganan dini sangat penting, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Melalui sosialisasi kesehatan ini, UMY berupaya memperkuat peran kampus sebagai ruang belajar yang aman, sehat, dan produktif. Kesadaran kolektif menjadi kunci agar aktivitas akademik tetap optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan publik.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak panik menyikapi kemunculan super flu varian baru. 

Menurutnya, super flu tersebut bukanlah virus baru seperti COVID-19, melainkan bagian dari virus influenza yang sudah lama dikenal.

BACA JUGA : UMY Rescue 2025 Bagikan Susu dan Kue untuk Anak Terdampak Banjir di Langsa Lama Aceh

BACA JUGA : 28 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra Dibebaskan SPP, UMY Kritik Pengelolaan SDA

“Super flu ini sebenarnya influenza yang sudah lama ada virusnya, beda dengan COVID. COVID itu virus baru, sehingga daya tahan tubuh kita belum kenal. Kalau super flu ini influenza A, namanya H3N2, itu sudah ada puluhan tahun, hanya sekarang muncul varian baru,” ujar Budi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).

Terkait pencegahan, Budi menyebut masyarakat sudah sangat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan. Penggunaan masker, menurutnya, tidak harus dilakukan jika kondisi sekitar sehat.

“Kalau semua sehat, enggak usah pakai masker. Tapi kalau ada yang batuk-batuk, pilek, ya pakai masker. Sama rajin cuci tangan. Prinsip pencegahannya sama seperti yang kita pelajari saat COVID,” imbuhnya.

Kategori :