Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Mahasiswa di Bantul, Dipicu Emosi dan Pengaruh Miras

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Mahasiswa di Bantul, Dipicu Emosi dan Pengaruh Miras

Polres Bantul mengungkap motif pembunuhan mahasiswa di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Senin (19/1/2026), Polisi menyebut peristiwa dipicu emosi sesaat dan pengaruh minuman keras, di mana pelaku menusuk korban satu kali menggunakan senjata tajam yang dibawa--dok. Polres Bantul

BANTUL, diswayjogja.id – Polres Bantul mengungkap lebih rinci kasus pembunuhan yang menewaskan seorang mahasiswa di Kelurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul. 

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ahmad Mirza menyebut motif pembunuhan dipicu emosi sesaat dan pengaruh minuman keras, di mana peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. 

Korban berinisial AG (20) dan pelaku berinisial AA (23) diketahui sempat berboncengan menggunakan sepeda motor sebelum kecelakaan terjadi.

“Awalnya korban yang mengendarai sepeda motor menabrak pohon. Setelah itu terjadi pertikaian antara korban dan pelaku hingga berujung penusukan,” katanya dalam konferensi pers di Mapolres Bantul, Senin (19/1/2026). 

BACA JUGA : Kasus Pembunuhan Mahasiswa di Bantul Terungkap, Polisi Tangkap Pelaku di Banguntapan

BACA JUGA : Mahasiswa Asal Papua Tewas Ditusuk di Gang Puntodewo Bantul, Polisi Buru Pelaku

Polisi memastikan pelaku menusuk korban satu kali menggunakan senjata tajam yang dibawa sendiri oleh tersangka. Namun hingga kini, senjata tajam yang digunakan masih dalam pencarian.

“Senjata tajam dibawa oleh tersangka di dalam tas. Saat ini masih kami dalami dan kami cari barang bukti tersebut,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, baik korban maupun pelaku diketahui berada dalam pengaruh minuman keras. Keduanya disebut telah berjanji sebelumnya untuk mengonsumsi alkohol di kawasan selatan lokasi kejadian, tepatnya di sekitar danau yang jaraknya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Pengakuan tersangka, mereka janjian untuk minum alkohol di sekitar danau, tidak jauh dari TKP,” jelasnya.

BACA JUGA : Sakit Hati Cinta Ditolak, Pria Sleman Bunuh Perempuan dengan Pisau Dapur

BACA JUGA : Pria Asal Gunungkidul Cemburu, Kekasih Wanita Dibunuh di Losmen Umbulharjo

Ahmad Mirza juga mengungkap fakta bahwa korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga. Keduanya sama-sama berasal dari Papua Tengah, meski menempuh pendidikan di kampus yang berbeda.

“Korban dan pelaku masih memiliki hubungan darah,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: