Banyak Anak Alami Flu Berkepanjangan, Dinkes Jogja Temukan Kluster di Sekolah

Banyak Anak Alami Flu Berkepanjangan, Dinkes Jogja Temukan Kluster di Sekolah

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, dr. Lana Unwanah (kanan), Jumat (9/1/2026), menemukan kluster flu di sekolah setelah banyak anak alami flu berkepanjangan.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta menemukan adanya kluster flu di sejumlah sekolah, setelah banyak anak dilaporkan mengalami flu berkepanjangan dengan gejala yang relatif lebih berat dibandingkan flu biasa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, dr. Lana Unwanah, menjelaskan bahwa flu yang dialami anak-anak tersebut pada dasarnya masih termasuk influenza, namun dengan durasi sakit yang lebih lama.

“Ini sebetulnya sama dengan flu pada umumnya, hanya durasinya lebih panjang. Kalau flu biasa biasanya dua sampai tiga hari sudah sembuh, ini bisa sampai lebih dari satu minggu,” ujar Lana saat konferensi pers di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, influenza merupakan penyakit akibat virus yang bersifat self-limiting disease atau dapat sembuh dengan sendirinya, selama daya tahan tubuh penderita dalam kondisi baik. Namun, pada kasus yang belakangan disebut sebagai super flu, keluhan yang muncul bisa lebih berat.

BACA JUGA : Cegah Super Flu di Lingkungan Kampus, Pakar UMY Ingatkan Vaksinasi dan Protokol Kesehatan

BACA JUGA : Super Flu Varian Baru Muncul, Menkes Budi: Bukan COVID dan Tidak Perlu Panik

“Yang paling terasa itu lemasnya lebih ekstrem, sakit kepala lebih berat, dan batuknya bisa menetap cukup lama,” katanya.

Penularan Mudah Terjadi di Sekolah

Menurut dr. Lana, influenza menular melalui droplet atau percikan udara yang keluar saat seseorang berbicara, batuk, atau bersin. Lingkungan sekolah menjadi tempat yang rawan penularan karena aktivitas siswa yang padat dan interaksi yang dekat.

“Memang di bulan September lalu dilaporkan beberapa kluster di sekolah-sekolah. Banyak anak mengalami gejala flu secara bersamaan,” jelasnya.

Meski demikian, pada saat itu tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan, sehingga tidak dapat dipastikan apakah seluruh kasus tersebut merupakan influenza A H3N2 atau jenis influenza lainnya.

BACA JUGA : Dinkes DIY Konfirmasi Satu Kasus Super Flu H3N2 Subclade K, Pasien Bayi Sudah Sembuh

BACA JUGA : Muncul Super Flu Varian Baru, Dinkes Kota Yogyakarta Pastikan Belum Ada Lonjakan Kasus

Flu Berkepanjangan Bukan COVID-19

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: