SDN Nglarang Sleman Pindah Lokasi karena Lahan LP2B

SDN Nglarang Sleman Pindah Lokasi karena Lahan LP2B

Aksi penolakan warga dan wali murid SDN Nglarang beberapa waktu lalu terkait rencana pembangunan di lahan LP2B, Sleman--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Pembangunan gedung baru pengganti SDN Nglarang, Tlogoadi, Mlati, Sleman, yang terdampak proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction, kini dipindahkan ke lokasi baru. 

Langkah ini dilakukan setelah lahan sebelumnya ternyata masuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau sawah dilindungi, sehingga tidak dapat dialihfungsikan.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, menegaskan bahwa proses ini telah melalui koordinasi panjang antara proyek, kelurahan, dan pemerintah kabupaten. 

“Oke, jadi proses di SDN Nglarang sudah panjang. Tahapannya telah dilaksanakan oleh proyek terkait, termasuk CMJ, kelurahan, dan kabupaten,” katanya, Senin (19/1/2026).

Lahan semula tidak dapat digunakan karena aturan LP2B mengharuskan penggantian tiga kali lipat luas lahan jika tetap dialihfungsikan. 

“Waktu itu, lahan yang akan dibangun ternyata masuk LP2B, yaitu lahan pertanian yang tidak boleh dialihfungsikan. Upaya permohonan dari pusat ternyata tidak bisa dilakukan, karena jika tetap menggunakan LP2B, pihak sekolah harus mengganti tiga kali lipat luas lahan,” ucapnya. 

BACA JUGA : Sleman Terima 1 Bus Sekolah Kemenhub, Masih Tertahan TNKB

BACA JUGA : Banyak Anak Alami Flu Berkepanjangan, Dinkes Jogja Temukan Kluster di Sekolah

Melihat kesulitan tersebut, wali murid dan masyarakat akhirnya menyetujui solusi pemindahan lokasi. 

“Mengingat kesulitan tersebut, akhirnya wali murid dan masyarakat menerima solusi lain,” tuturnya. 

Lokasi baru berada di sebelah timur SDN Nglarang, sedikit digeser ke ketinggian yang lebih tinggi, namun tetap di wilayah Inglarang. Lahan baru seluas sekitar 4.000 meter persegi ini berstatus Tanah Kas Desa (TKD), sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan hukum terkait LP2B. 

"Sekarang, pembangunan dipindahkan ke lokasi lain, walaupun waktunya sudah sangat mepet. Proses ini sudah berjalan," ujarnya. 

Pemerintah kabupaten menekankan bahwa pemindahan ini tidak mengurangi kualitas fasilitas yang akan diterima siswa. 

Sarana dan prasarana tetap akan dibangun sesuai standar, termasuk ruang kelas, laboratorium, dan area bermain. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: