Cegah Super Flu di Lingkungan Kampus, Pakar UMY Ingatkan Vaksinasi dan Protokol Kesehatan

Cegah Super Flu di Lingkungan Kampus, Pakar UMY Ingatkan Vaksinasi dan Protokol Kesehatan

Dokter spesialis penyakit dalam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Agus Widyatmoko, menjelaskan meskipun virus ini menyebar cepat, tingkat keparahannya masih rendah dan dapat dikendalikan dengan disiplin kesehatan yang baik.--dok. UMY

SLEMAN, diswayjgogja.id – Kemunculan varian influenza yang dikenal sebagai super flu perlu disikapi dengan pendekatan mitigasi yang tepat, bukan kepanikan. 

Dokter spesialis penyakit dalam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Agus Widyatmoko, menjelaskan meskipun virus ini menyebar cepat, tingkat keparahannya masih rendah dan dapat dikendalikan dengan disiplin kesehatan yang baik.

Menurutnya, karakter utama super flu terletak pada kemampuannya beradaptasi dan menghindari sistem imun tubuh, sehingga penularannya lebih cepat dibanding influenza musiman.

“Kemampuan menyebarnya memang cepat, tetapi bukan tingkat keparahannya. Jadi masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting adalah memahami cara pencegahan dan mengenali tanda-tandanya,” jelas Agus dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026). 

BACA JUGA : Super Flu Varian Baru Muncul, Menkes Budi: Bukan COVID dan Tidak Perlu Panik

BACA JUGA : Dinkes DIY Konfirmasi Satu Kasus Super Flu H3N2 Subclade K, Pasien Bayi Sudah Sembuh

Dia menambahkan mutasi virus merupakan mekanisme alamiah agar virus dapat bertahan hidup. Perubahan yang terjadi saat ini masih terbatas pada permukaan virus, sehingga sistem imun tubuh perlu menyesuaikan diri untuk mengenali virus kembali. Kondisi ini belum mengarah pada potensi pandemi dengan tingkat kematian tinggi.

Agus juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala influenza yang biasanya muncul mendadak, seperti demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, dan kelelahan ekstrem. Sebagian besar kasus dapat pulih dengan baik apabila ditangani secara tepat dan tidak disertai faktor risiko tertentu.

Untuk menghadapi super flu, pencegahan menjadi kunci utama. Vaksinasi influenza musiman tetap efektif menurunkan risiko sakit berat, meskipun ada sedikit penurunan perlindungan akibat mutasi virus. 

Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), etika batuk dan bersin, penggunaan masker saat sakit, dan cuci tangan rutin sangat penting dalam menekan penularan.

BACA JUGA : Muncul Super Flu Varian Baru, Dinkes Kota Yogyakarta Pastikan Belum Ada Lonjakan Kasus

BACA JUGA :  Waspada Penyakit Musim Hujan, Kasus Influenza dan Leptospirosis Naik di Yogyakarta

“Mitigasi bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama. Jika sedang sakit, gunakan masker dan kurangi kontak dengan orang lain. Langkah kecil ini berdampak besar dalam menekan penyebaran penyakit,” tegas Agus.

Tingginya mobilitas dan interaksi di lingkungan kampus menjadikannya ruang rawan penularan penyakit menular, termasuk super flu. Agus menekankan kesadaran kolektif civitas academica menjadi faktor kunci dalam mencegah meluasnya penularan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: