Dinkes DIY Konfirmasi Satu Kasus Super Flu H3N2 Subclade K, Pasien Bayi Sudah Sembuh
Dinkes Kota Yogyakarta mengimbau kewaspadaan terhadap super flu varian baru Influenza A H3N2 Subclade K, lewat poster imbauan melalui beragam media. --dok. Dinkes Kota YK
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengonfirmasi temuan satu kasus Super Flu atau Influenza A (H3N2) subclade K di wilayah Sleman.
Kasus tersebut menjangkiti seorang bayi berusia di bawah satu tahun, namun dipastikan telah pulih sepenuhnya dan tidak menimbulkan lonjakan kasus lanjutan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Ari Kurniawati, menjelaskan kasus tersebut sebenarnya terjadi pada periode September hingga Oktober 2025.
Pasien yang berdomisili di Kota Yogyakarta itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di Sleman dengan gejala demam tinggi dan gangguan pernapasan.
BACA JUGA : Muncul Super Flu Varian Baru, Dinkes Kota Yogyakarta Pastikan Belum Ada Lonjakan Kasus
BACA JUGA : Waspada Penyakit Musim Hujan, Kasus Influenza dan Leptospirosis Naik di Yogyakarta
“Disebutkan ada beberapa provinsi, salah satunya DIY. Ada satu kasus, itu di Sleman tapi domisili di Kota Jogja. Namun kini pasien telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan,” ujar Ari di Yogyakarta, Rabu(7/1/2026).
Ari menegaskan keterlambatan penyampaian informasi ke publik bukan disebabkan oleh penutupan data, melainkan karena proses pemeriksaan laboratorium yang memerlukan waktu cukup panjang.
Untuk memastikan varian Influenza A hingga subclade K, sampel harus melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) di laboratorium pusat milik Kementerian Kesehatan.
“Tidak semua penyakit bisa langsung dideteksi sampai ke jenis virusnya. Karena lab itu butuh waktu, jadi memang kita baru tahu sekarang. Tetapi secara klinis saat itu pasiennya sudah tertangani,” jelasnya.
BACA JUGA : Hasil Lab Keracunan Mahasiswa Ditunggu 7 Hari, Dinkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
BACA JUGA : ISPA Anak Meningkatdi Musim Pancaroba, Dinkes Sleman Rilis Aturan Ketat untuk Sekolah dan Orang Tua
Secara nasional, temuan di DIY sejalan dengan data Kementerian Kesehatan RI yang mencatat penyebaran Influenza A H3N2 subclade K di delapan provinsi, antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan. Hingga awal Januari 2026, tercatat sedikitnya 62 kasus terkonfirmasi di Indonesia.
Varian ini dikenal luas sebagai Super Flu karena memiliki tingkat penularan yang relatif cepat serta gejala yang cenderung lebih berat dibandingkan flu musiman, seperti demam mendadak, batuk kering, dan nyeri tubuh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: