Fenomena Berobat ke Luar Negeri Masih Tinggi, Ini Strategi Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin (tiga dari kanan) di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Kamis (8/1/2026), mengungkap fenomena warga Indonesia yang masih banyak berobat ke luar negeri, ia menekankan strategi pembenahan infrastruktur rumah sakit dan peningkatan ku--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya pembenahan infrastruktur rumah sakit dan peningkatan kualitas tenaga medis untuk menekan fenomena warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri.
Menurut Budi, salah satu persoalan utama rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan adalah perencanaan sarana dan prasarana yang tidak tertata dengan baik sejak awal.
“Salah satu yang penting adalah kita benar-benar memperbaiki infrastruktur sarana-prasarana. Kondisi di hampir seluruh rumah sakit Kemenkes itu perencanaannya tidak pernah rapi, tumpang tindih di mana-mana, seperti ada tanah kosong langsung dibangun,” ujarnya saat acara groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).
Dia membandingkan tata kelola pembangunan rumah sakit di Indonesia dengan sejumlah negara maju seperti Singapura dan Amerika Serikat, yang dinilainya lebih tertata dan terencana dengan baik.
BACA JUGA : Super Flu Varian Baru Muncul, Menkes Budi: Bukan COVID dan Tidak Perlu Panik
BACA JUGA : Menkes Targetkan 7 Gedung Baru RSUP Sardjito Rampung 2029, Anggaran Capai Rp1,2 Triliun
“Kalau kita jalan-jalan ke luar negeri, ke Singapura atau New York, itu langsung terasa pembangunannya jauh lebih rapi dan tertata,” kata Budi.
Menkes menegaskan, pemutakhiran fasilitas rumah sakit, termasuk pembangunan CMU RSUP Dr. Sardjito, merupakan upaya konkret untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat dalam negeri, khususnya di Yogyakarta, agar tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.
Namun, dia menilai pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Tantangan berikutnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama tenaga medis dan tenaga kesehatan.
“Saya titip, selain meningkatkan sarana-prasarana, juga harus meningkatkan dokter-dokternya. Bukan hanya dari sisi jumlah dan keterampilan medis, tapi juga kemampuan non medisnya,” tegasnya.
BACA JUGA : Banjir Besar Sumatera, Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa dan Antisipasi Wabah
BACA JUGA : Wamenkes: Jogja Jadi Contoh Penanganan TBC Berbasis Kolaborasi Lintas Sektor
Budi menjelaskan, masyarakat membutuhkan dokter yang memiliki kemampuan komunikasi dan empati yang baik, sehingga pasien merasa dirawat, didengarkan, dan mendapatkan waktu konsultasi yang cukup.
“Orang ke luar negeri itu bukan hanya soal fasilitas dan harga, tapi karena mereka merasa lebih ‘diwongke’ sebagai pasien, didengarkan, merasa nyaman, dan percaya bahwa perawatannya yang terbaik,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: