DIY Raih Penghargaan SAKIP AA Ke-6, Sri Sultan Tekankan Terus Berinovasi Dukung Kinerja Pemerintahan

DIY Raih Penghargaan SAKIP AA Ke-6, Sri Sultan Tekankan Terus Berinovasi Dukung Kinerja Pemerintahan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima penghargaan SAKIP AA dari Wapres RI.-DOK.-

DISWAYJOGJA – DIY kembali meraih penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) AA. Penghargaan SAKIP berturut-turut ke-6 diraih sejak 2018. Meski selalu meraih penghragaan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak lantas berpuas diri.

BACA JUGA:Pembangunan Berkelanjutan, Sri Sultan Imbau Kabupaten/Kota Sinergi dengan Pemda DIY

Sri Sultan mengatakan, perolehan SAKIP selama 6 kali berturut-turut sejak 2018 ini tidak lepas dari konsistensi menjalankan sistem pemerintahan yang akuntabel. Tahun ini, penilaian SAKIP tidak hanya tentang Reformasi Birokrasi saja, tapi juga termasuk laporan pertanggungjawaban baik untuk Reformasi Birokrasi, keuangan maupun integritas. Tujuan penilaian ini adalah untuk mewujudkan pelayanan yang bersih dan akuntabel.

BACA JUGA:Sri Sultan Berharap Tiap Kalurahan Jalankan Program Lumbung Mataraman

”Meskipun predikat AA sudah didapat melalui berbagai macam indikator penilaian, tapi kami tidak lantas berpuas diri. Kami menekankan untuk terus mengeluarkan inovasi yang mendukung kinerja pemerintahan dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sri Sultan usai menerima penghargaan tersebut. 

BACA JUGA:Disebut Politik Dinasti oleh Ade Armando, Sri Sultan HB X Sebut Keistimewaan DIY Dilindungi Konstitusi

Public Policy dan teknologi menurut Sri Sultan menjadi hal yang tidak bisa ditawar untuk dikembangkan. Sebab, saat ini mayoritas kabupaten/kota sudah memperoleh Predikat A, maka Sri Sultan mulai bergeser ke kalurahan.

“Desa perlu akuntabilitas. Kami lari ke kalurahan dengan harapan akan membangun akuntabilitas. Dengan begitu, pola pengelolaan keuangan dan pola pelayanan berubah. Sekarang kita sudah mulai dengan nama kalurahan kita kasih barcode, yang isinya tidak hanya potensi desa, tapi segala informasi layanan dan lainnya bisa didapat,” ujar Sri Sultan.

BACA JUGA:Sri Sultan; Paguyuban Keluarga Jawa Sumatera Tak Boleh Terlibat Politik

Menurut Sri Sultan, apabila pemaksimalan akuntabilitas dilakukan dari level kalurahan, maka akan mempermudah perkembangan DIY ke arah lebih baik. Apalagi, mulai tahun depan semua fasilitas untuk digitalisasi sudah harus selesai. Dengan demikian, masyarakat cukup berbekal smartphone, memaksimalkan layanan dalam genggaman, sehingga mewujudkan DIY menjadi smart province bisa dilakukan secara utuh.

BACA JUGA:Dimudahkan, Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer di DIY melalui Digitalisasi

“Ini yang penting kualitatif pertanggungjawaban, karena selama ini masalahnya ada pada pola pertanggungjawaban. Kemudian peningkatan layanan baik, sehingga akuntabilitas terwujud. Dengan sistem yang lebih modern, akuntabilitas akan lebih baik,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan mengimbau agar seluruh ASN di DIY tidak hanya menjadi pekerja kantor. Sebab, ASN adalah pegawai pemerintah yang harus menjadi pekerja peradaban. ASN DIY wajib punya kesepakatan tidak sekedar melayani, tapi membangun akuntabilitas. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: