Razia Takjil Ramadan, Gulali Mengandung Pewarna Tekstil Ditemukan di Jogokariyan

Razia Takjil Ramadan, Gulali Mengandung Pewarna Tekstil Ditemukan di Jogokariyan

Dinkes Kota Yogyakarta menemukan satu sampel gulali mengandung Rhodamin B dalam pengawasan pangan takjil di Kampung Ramadan Jogokariyan, Kamis (6/3/2026) petang, dari 19 sampel makanan yang diuji, mayoritas dinyatakan aman dikonsumsi.--dok. Pemkot Jogja

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menemukan satu sampel makanan takjil mengandung zat berbahaya dalam pengawasan pangan di Kampung Ramadan Jogokariyan.

Dari total 19 sampel makanan dan minuman yang diperiksa, satu sampel gulali diketahui mengandung Rhodamin B, yakni pewarna sintetis yang dilarang digunakan dalam makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, mengatakan pengawasan tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi terkait.

“Tim dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian Pangan, kemudian juga dari BPOM melakukan pengawasan pangan takjil di Kampung Ramadan Jogokariyan. Kami mengambil 19 sampel makanan untuk diperiksa,” ujarnya, usai melakukan sampling makanan, Kamis (5/3/2026) petang.

BACA JUGA : Sidak di Ritel Besar Kota Jogja, Pemkot dan BBPOM DIY Temukan Label Produk Belum Lengkap

BACA JUGA :  23 Kosmetik Dinyatakan Berbahaya oleh BPOM, Konsumen Diminta Lebih Waspada

Menurut Emma, sebagian besar makanan yang diperiksa dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Jenis makanan yang diuji antara lain bakso pentol, mi, sempol, gulali, es buah, nasi cumi, nasi teri, ketupat hingga jajanan tradisional seperti cenil.

“Dari 19 sampel yang diperiksa, ada satu gulali yang ternyata mengandung Rhodamin B. Itu adalah pewarna yang tidak dibolehkan untuk makanan,” katanya.

Pengawasan tersebut dilakukan bersama Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan serta Puskesmas Mantrijeron.

BACA JUGA : Kampung Ramadan Jogokariyan 2026 Siapkan 370 Lapak UMKM, Band Letto hingga Mahfud MD Dijadwalkan Hadir

BACA JUGA : Ustaz Muhammad Jazir ASP Wafat, Muhammadiyah Kehilangan Arsitek Perjuangan Masjid Jogokariyan

Emma menegaskan pihaknya akan melakukan pembinaan kepada pedagang agar tidak lagi menggunakan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual.

“Kami lakukan pembinaan kepada pedagangnya. Kami juga berkoordinasi dengan Puskesmas Mantrijeron dan Kelurahan Mantrijeron, serta panitia Kampung Ramadan karena pedagang biasanya terdaftar di sana,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: