KWT Bantul Harap Dilibatkan dalam Pasokan Program Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi paket makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan untuk siswa sekolah sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi anak.--Foto: Disway Jogja
BANTUL, diswayjogja.id - Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Bantul berharap dapat dilibatkan sebagai pemasok bahan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program nasional yang bertujuan memperkuat pemenuhan gizi masyarakat tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pemberdayaan petani lokal, khususnya perempuan di pedesaan.
Ketua KWT Kabupaten Bantul, Supriyati, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kelompoknya belum pernah mendapatkan komunikasi ataupun tawaran kerja sama dari penyelenggara program, meskipun uji coba MBG telah dimulai sejak Agustus 2025.
“Kami sama sekali belum pernah diminta untuk menyiapkan bahan pangan yang nantinya akan dibeli oleh SPPG. Komunikasi saja tidak ada, apalagi akan dibeli bahan pangan dari KWT,” katanya.
Padahal, menurutnya, kelompok wanita tani di Bantul memiliki berbagai komoditas pangan yang siap dipasok untuk mendukung kebutuhan program tersebut.
Salah satu produk unggulan yang dimiliki adalah beras segar hasil panen petani setempat yang langsung diproses melalui penggilingan tanpa disimpan lama di gudang.
BACA JUGA : Viral di Media Sosial, Menu MBG Tahu Bakso Berbelatung Bikin Resah Wali Murid Cikakak Brebes
BACA JUGA : Menu MBG Ramadan di DIY Disorot Warganet, Sri Sultan Minta Evaluasi dan Transparansi Harga
Ia menjelaskan bahwa beras baru yang dihasilkan petani lokal memiliki keunggulan dari segi tekstur maupun kandungan nutrisi.
Proses pengolahan yang lebih singkat membuat kualitas beras tetap terjaga dan lebih pulen ketika dimasak.
“Produk yang kami tawarkan seperti beras baru memiliki kualitas baik karena langsung digiling setelah panen. Jadi teksturnya lebih pulen dan kandungan nutrisinya masih terjaga,” ujarnya.
Selain bahan pokok berupa beras, KWT Bantul juga memproduksi berbagai olahan pangan lokal yang berpotensi mendukung kebutuhan menu program MBG.
Beberapa di antaranya adalah roti, emping melinjo, ceriping tela, hingga keripik jagung.
Produk-produk tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan menu makanan kering yang biasanya disiapkan pada periode tertentu, seperti selama bulan Ramadan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: