BMKG Catat 21 Gempa Susulan Pacitan, Bukan Aktivitas Sesar Opak
Kondisi rumah badah di kawasan Sindet, Trimulyo, Jetis, Bantul, Jumat (6/2/2026) dini hari, di mana lantan terlepas dan ada kereta kan tembok menyusul gempa gempa M6,4 Pacitan dengan sejumlah susulan hempa dengen kekuatan terus melemah. --dok. IST
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 21 gempa susulan terjadi setelah gempa tektonik magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah selatan Pacitan, Jawa Timur pada Jumat (06/02/2026) pukul 01.06 WIB, di mana kekuatan gempa susulan dilaporkan semakin melemah.
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa gempa susulan masih terus dimonitor BMKG.
“Untuk susulan kami masih mencatat dan kekuatannya semakin kecil,” ujarnya saat dihubungi.
Dia juga menegaskan gempa tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas Sesar Opak di DIY. Menurutnya, mekanisme gempa berbeda karena dipicu aktivitas subduksi di selatan Pulau Jawa.
BACA JUGA : Dua Kali Gempa Terasa di Sekitar Merapi, BPPTKG Pastikan Aktivitas Gunung Stabil
BACA JUGA : Gempa M4,5 Guncang Bantul, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Opak
“Beda mekanisme. Selain sesar opak, DIY juga dipengaruhi zona subduksi di selatan Pulau Jawa,” jelasnya.
Ardhianto mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi BMKG. Pihaknya menekankan pentingnya mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa di wilayah DIY yang memiliki beberapa sumber gempa aktif.
“Masyarakat tidak perlu panik, selalu pantau informasi BMKG dari kanal resmi, pastikan memahami cara-cara penyelamatan pada saat gempabumi, mitigasi adalah kunci untuk menghadapi gempabumi,” imbuhnya.
Sebelumnya, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan gempa tektonik tersebut memiliki parameter pembaruan magnitudo M6,2 dengan episenter di laut pada koordinat 8,98 LS dan 111,18 BT atau sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan pada kedalaman 58 kilometer.
BACA JUGA : Gempa Guncang Jogja, Pegawai Gedung 6 Lantai Turun Lewat Tangga Darurat
BACA JUGA : Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Bantul, Pengunjung Kafe Sempat Deg-degan dan Evakuasi Mandiri
Gempa tergolong dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Bantul, Sleman, dan Pacitan dengan intensitas IV MMI. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk memahami langkah penyelamatan saat gempa bumi serta selalu memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: