Dampak Gempa Pacitan, 16 Kereta Api di Yogyakarta Sempat Dihentikan
Kereta Api (KA) Gaya Baru Malam Selatan (89) tujuan Pasar Senen Jakarta mogok di jalur perlintasan kereta wilayah Wates, usai diberangkatkan dari Stasiun Wates, Kulon Progo, DIY, Kamis (29/5/2025) pukul 11.40 WIB.--istimewa
YOGYAKARTA, diswayjogja.id — Dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) pagi, membuat operasional kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta sempat dihentikan sementara demi alasan keselamatan.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan pihaknya memastikan seluruh perjalanan kereta api dalam kondisi aman pascagempa yang terjadi sekitar pukul 08.20 WIB dan dirasakan di sejumlah wilayah DIY dan sekitarnya.
“Sebagai langkah antisipasi, KAI menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta api, mulai dari kereta jarak jauh, kereta bandara, KRL Commuterline, hingga kereta lokal, untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian,” ujarnya.
Tim lapangan KAI Daop 6 langsung melakukan pengecekan jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya. Setelah hasil pemeriksaan menyatakan seluruh lintas dan jalur kereta dalam kondisi aman, operasional kereta api kembali dilanjutkan pada pukul 08.48 WIB.
BACA JUGA : KAI Daop 6 Pastikan Perjalanan Kereta Normal Pasca Luapan Air Kaliwungu-Kalibodri
BACA JUGA : KRL Melintas Saat Palang Belum Tertutup di Sleman, Ini Penjelasan KAI Daop 6
“KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan terima kasih atas kesabaran para pelanggan atas kondisi tersebut. Pemeriksaan prasarana pascagempa merupakan prosedur wajib untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” katanya.
Selama proses pemeriksaan, sebanyak 16 perjalanan kereta api sempat dihentikan sementara. Kereta-kereta tersebut meliputi KA Gajayana Tambahan, Argo Lawu, Lodaya, Joglosemarkerto, Bogowonto, Pasundan, Sri Tanjung, BIAS, Batara Kresna, Mataram, Bungtalun Service, KRL Yogyakarta–Palur, KA Bandara YIA, serta KA Logawa.
KAI Daop 6 menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api, sekaligus mengapresiasi kesabaran penumpang selama proses pemeriksaan berlangsung.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Pacitan pada Selasa (27/1/2026) pukul 08.20.44 WIB. Gempa memiliki magnitudo 5,5 dengan kedalaman 105 kilometer, berlokasi sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan.
BACA JUGA : Merapi Tetap Siaga, Data BPPTKG Ungkap Ratusan Gempa dan Guguran Lava
BACA JUGA : Puncak Musim Hujan Tiba, BMKG Ungkap Curah Hujan Tinggi di DIY Januari 2026
Hasil analisis lanjutan BMKG menunjukkan gempa dipicu aktivitas deformasi batuan dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta, namun tidak berpotensi tsunami.
Hingga saat ini, BMKG belum melaporkan adanya gempa susulan maupun dampak kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: