Setahun Program MBG, Ahli Gizi UGM Soroti Keracunan Anak dan Risiko UPF
Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Caturtunggal, Kabupaten Sleman, DIY, saat hari kelima, Jumat (17/1/2025). --Foto: Anam AK/diswayjogja.id
“Papua tidak bisa disamakan dengan Jawa atau Sumatra. Bahan pangan pokok berbeda, jadi penggunaan UPF yang seragam tidak sesuai konteks lokal,” terangnya.
Sebagai langkah perbaikan, Mirza menekankan tiga poin utama, yakni penegakan ketat keamanan pangan, termasuk efek jera bagi pihak yang lalai, agar semua pihak berhati-hati karena ini menyangkut “wajah presiden.”
BACA JUGA : Jokowi Sebut Program MBG dan Sekolah Rakyat Sudah Tepat, Tinggal Sempurnakan Teknis
BACA JUGA : Bu Tejo Kritik Program MBG, Sebut Nyawa dan Hak Dasar Rakyat Jangan Jadi Korban
Kedua, pendampingan ilmiah oleh perguruan tinggi dan lintas sektor untuk memantau dampak MBG terhadap status kesehatan, kebugaran, dan antropometri anak.
Ketiga, kebijakan MBG yang fleksibel dan berbasis kajian ilmiah, sehingga masukan dan bukti terbaru dapat segera direspons untuk mencegah generasi Indonesia menjadi beban kesehatan pada 2045.
"Dengan perbaikan tersebut, program MBG diharapkan bisa tetap menjadi investasi gizi jangka panjang, mencetak generasi sehat, dan mengurangi risiko penyakit kronis di masa depan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: