Kesenian Sleman Terancam Punah, Festival Jadi Upaya Menyelamatkan Tradisi
seniman tradisional menampilkan kesenian daerah dalam festival budaya di Sleman, Yogyakarta--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Di tengah arus modernisasi dan derasnya budaya populer, sejumlah kesenian tradisional di Kabupaten Sleman kini berada di ambang kepunahan.
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan menggelar sebuah festival budaya sebagai upaya mencegah tradisi lokal hilang dari ingatan generasi muda.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan bahwa keberadaan kesenian tradisional saat ini semakin jarang ditampilkan.
Banyak kelompok seni vakum, sementara minat generasi muda terhadap kesenian lokal terus menurun.
“Namun sekarang, kesenian tradisional semakin jarang muncul, seolah mulai hilang tertelan zaman,” katanya, Jumat (26/12/2025).
BACA JUGA : Mahfud MD Bongkar Praktik Lama Polri, Seni Budaya Masih Dipersulit Meski Tak Wajib Izin
BACA JUGA : Natal dan HUT 49 GKJ Canden: 400 Jemaat Rayakan Iman, Keluarga, dan Toleransi Bantul
Sejumlah kesenian yang kini masuk kategori terancam punah antara lain, Jabar Juwes, Jathilan Lancur, hingga wayang topeng.
Padahal, wayang topeng selama ini dikenal sebagai salah satu simbol kuat dalam khazanah seni tradisional Sleman.,
Ia menegaskan, festival yang digelar pemerintah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang hidup bagi seniman lokal untuk terus berkarya dan mentransmisikan pengetahuan seni kepada generasi penerus.
"Melalui festival ini, kami ingin memberikan ruang agar budaya dan kesenian lokal tidak tenggelam,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya peran anak muda dalam menjaga keberlanjutan budaya.
BACA JUGA : Jejak Raja Airlangga Hadir di Bentara Budaya, Seni Rupa Membaca Ulang Kepemimpinan Jawa-Bali
BACA JUGA : Seni dan Budaya Jadi Penyeimbang Membangun Pemerintah Kabupaten Brebes Guyub Melayani Masyarakat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: