Strategi Menteri Pariwisata Widiyanti Memperkuat Layanan dan Rekor Kunjungan Wisata di Pulau Dewata
Puri Agung Ubud--
diswayjogja.id – Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan geliat positif seiring dengan pergantian tahun. Sebagai tulang punggung ekonomi kreatif, industri pelesir tidak hanya sekadar menawarkan keindahan alam, tetapi juga mengandalkan kesiapan infrastruktur dan kualitas pelayanan yang prima. Di tengah persaingan destinasi global yang semakin ketat, konsistensi pemerintah dalam memantau pintu-pintu masuk utama wisatawan menjadi krusial untuk menjaga citra positif negara di mata dunia.
Bali, sebagai barometer utama pariwisata nasional, selalu menjadi perhatian khusus setiap kali memasuki masa libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan arus manusia yang masuk dan keluar dari Pulau Seribu Pura ini menuntut koordinasi lintas sektoral yang solid agar keamanan dan kenyamanan tetap terjaga. Kehadiran pejabat negara di lapangan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengawasan langsung terhadap sistem yang berjalan di garda terdepan pelayanan publik.
Memasuki tahun 2026, tantangan pariwisata bergeser dari sekadar pemulihan pascapandemi menuju peningkatan standar pengalaman wisatawan. Pemerintah kini lebih fokus pada aspek keberlanjutan dan kualitas kunjungan, bukan hanya kuantitas. Dengan memperkuat sinergi antara pelaku UMKM, pengelola bandara, dan pemerintah daerah, diharapkan ekosistem pariwisata Indonesia bisa lebih tangguh menghadapi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Kunjungan kerja perdana Menteri Pariwisata di awal tahun ini di Bali menandakan komitmen kuat untuk memastikan bahwa momentum liburan akhir tahun tertangani dengan baik. Langkah ini diambil guna mengevaluasi efektivitas program-program promosi yang telah dijalankan sepanjang tahun sebelumnya, sekaligus menyerap aspirasi langsung dari para pelancong dan pelaku industri terkait kendala yang mereka hadapi di lapangan.
BACA JUGA : Menakar Realitas Pariwisata Bali di Tengah Isu Cuaca Ekstrem dan Pergeseran Tren Wisatawan 2026
Pemantauan Langsung di Pintu Masuk Internasional
Tepat pada hari Kamis, 1 Januari 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memulai agenda kerja pertamanya dengan mendarat di Bali. Langkah ini diambil untuk meninjau secara langsung kondisi Terminal Keberangkatan Internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Fokus utama dari kunjungan ini adalah memastikan bahwa seluruh fasilitas dan personil bandara siap melayani arus balik maupun kedatangan wisatawan pada puncak libur Nataru 2025/2026.
Setibanya di bandara, Menteri Widiyanti langsung melakukan inspeksi mendalam didampingi oleh Nugroho Jati selaku General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai beserta jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, Menteri menelusuri alur pelayanan mulai dari area meja lapor diri (check-in), gerbang imigrasi, hingga ketersediaan layanan di area makan dan pusat oleh-oleh. Ia juga memberikan perhatian khusus pada efisiensi layanan Visa on Arrival (VoA) serta kesigapan petugas Bea Cukai dalam menangani dokumen perjalanan wisatawan.
Tidak hanya meninjau fasilitas fisik, Menteri Pariwisata juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan para pelancong mancanegara. Interaksi ini bertujuan untuk mendengar secara jujur mengenai kesan mereka selama berlibur di Bali dan kualitas pelayanan bandara. Sebagai bentuk apresiasi dan keramah-tamahan khas Indonesia, sejumlah wisatawan yang ditemui mendapatkan cenderamata langsung dari sang Menteri, yang menambah kesan manis di akhir kunjungan mereka.
Rekor Baru Kunjungan Wisatawan Mancanegara
Setelah meninjau terminal internasional, agenda berlanjut ke Posko Terpadu yang berlokasi di Terminal Keberangkatan Domestik. Di sini, Menteri Widiyanti menerima paparan komprehensif mengenai data statistik pariwisata terkini. Laporan yang disampaikan oleh pihak Angkasa Pura Bali berkolaborasi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengungkapkan sebuah pencapaian yang membanggakan bagi industri pariwisata nasional.
Hingga penghujung Desember 2025, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui jalur udara di Bali berhasil mencetak sejarah baru. Tercatat ada lebih dari 7,05 juta kunjungan wisman, sebuah angka yang melampaui rekor-rekor sebelumnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencatatkan sekitar 6,3 juta kunjungan, terjadi pertumbuhan yang signifikan sebesar 11 persen. Menteri Widiyanti menegaskan bahwa pencapaian ini adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali, yang menunjukkan bahwa daya tarik pulau ini tetap tak tergoyahkan secara internasional.
BACA JUGA : Bahaya Tersembunyi di Balik Keasrian Taman Nasional Bali Barat, Cek Info Selengkapnya Disini
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: