Tindes Art dan Andong Buku Rayakan Seni, Literasi dan Desain di Bentara Budaya Yogyakarta

Tindes Art dan Andong Buku Rayakan Seni, Literasi dan Desain di Bentara Budaya Yogyakarta

Sejumlah karya pengunjung meramaikan perayaan lintas komunitas, Tindes Art & Friends, Andong Buku, dan Pra Diskomfest #9 DKV ISI Yogyakarta, yang digelar di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), Jumat (10/10/2025). --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Di ruang galeri Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), aroma cat, tinta, dan kertas berpadu menjadi wangi yang akrab bagi siapa pun yang pernah bersentuhan dengan dunia seni. 

Malam itu, panggung sederhana menjadi saksi perayaan lintas komunitas, Tindes Art & Friends, Andong Buku, dan Pra Diskomfest #9 DKV ISI Yogyakarta, dalam satu gelaran kolaboratif bertajuk “Rekreasi sebagai Refleksi”.

Festival ini bukan sekadar pameran, melainkan perayaan keberagaman gagasan yaitu seni grafis yang tumbuh dari kesederhanaan, literasi yang membumi, dan desain yang berpikir kritis. 

Di tengah derasnya arus digitalisasi, tiga komunitas ini menunjukkan bahwa kreativitas masih bisa lahir dari tangan, ide, dan dialog.

BACA JUGA : Pekan Seni Grafis Yogyakarta 2025 Hadirkan Pameran hingga Jukil Battle

BACA JUGA : Pameran Sejarah Pangastho Aji di Keraton Yogyakarta, Warisan Budaya Sri Sultan HB VIII

Bagi Tindes Art & Friends, seni bukanlah soal kemewahan alat, tetapi tentang keinginan berbagi. Sejak berdiri pada 2014, mereka memperkenalkan teknik tindes, seni cetak sederhana yang hanya membutuhkan alat tekan manual seperti pensil atau pulpen di atas klise karton atau PVC foam board.

“Yang menarik dari tindes itu justru kesederhanaannya. Dari ruang kelas sampai ruang komunitas, siapa pun bisa mencoba. Kami cuma ingin berbagi kegembiraan dan proses kreatif tanpa batas,” ujar Wikan Paramayakti, mewakili Tindes Art & Friends, dalam pembukaan pameran di Bentara Budaya Yogyakarta, Jumat (10/10/2025) malam. 

Perayaan 11 tahun Tindes Art & Friends kali ini menampilkan arsip perjalanan mereka yaitu jejak tinta, eksperimen visual, dan jaringan pertemanan yang tumbuh dari semangat egaliter. 

Di dinding galeri, karya-karya mereka seolah bercerita bahwa seni bisa lahir dari siapa saja, di mana saja.

BACA JUGA : GIK UGM Hadirkan Pameran 'Mampir Gelanggang', Sajikan 138 Karya Visual dari 18 Seniman

BACA JUGA : Soroti Soal Sampah, Kedai Kebun Forum Gelar Pameran 'Uwuhmu Tekan Ndi'

Andong Buku: Literasi yang Menggerakkan Imajinasi

Di sudut lain ruang pamer, buku-buku bersampul lusuh dan poster diskusi menjadi penanda hadirnya Andong Buku #5 bertema “Daulat Tinta & Senyapnya Kuasa”.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: