Sleman Bangun Kembali Penanda Budaya Jogja, Festival Jadi Ruang Edukasi Publik
Umat dan pelaku budaya mengikuti ritual keagamaan di kawasan Prambanan, Sleman, Yogyakarta, 2025--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman mendorong penguatan identitas budaya Yogyakarta melalui pembangunan kembali penanda-penanda budaya serta penyelenggaraan festival kebudayaan yang berorientasi pada edukasi publik.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali ciri khas budaya Yogyakarta yang dinilai mulai memudar di tengah perkembangan kota dan arus modernisasi.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, Ishadi Zayid, menyampaikan bahwa pada masa lalu, pengunjung yang datang dari arah Prambanan atau luar daerah dapat langsung merasakan atmosfer khas Yogyakarta melalui elemen-elemen budaya yang hadir di ruang publik.
Namun, seiring perubahan tata ruang dan dinamika pembangunan, penanda-penanda tersebut kini semakin sulit ditemukan.
Menurutnya, pemerintah daerah kini mulai membangun kembali infrastruktur serta elemen penanda budaya di sejumlah titik strategis.
BACA JUGA : Mahfud MD Bongkar Praktik Lama Polri, Seni Budaya Masih Dipersulit Meski Tak Wajib Izin
BACA JUGA : Jejak Raja Airlangga Hadir di Bentara Budaya, Seni Rupa Membaca Ulang Kepemimpinan Jawa-Bali
"Kehadiran penanda tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ornamen visual, tetapi juga menjadi pengingat identitas ruang dan jati diri masyarakat Yogyakarta, khususnya Sleman," katanya, Jumat (26/12/2025).
Upaya ini dirancang agar siapa pun yang memasuki wilayah Sleman dapat merasakan konteks budaya yang kuat sejak awal.
"Di sisi lain, festival kebudayaan yang digelar pemerintah juga diarahkan sebagai wadah edukasi publik, bukan sekadar agenda pertunjukan seremonial," ucapnya.
Melalui festival, masyarakat diperkenalkan pada keberagaman seni, tradisi, dan nilai filosofi yang terkandung di dalamnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa kesenian tradisional tidak berdiri sendiri, melainkan terkait erat dengan kehidupan sosial, nilai kebersamaan, dan kearifan lokal.
BACA JUGA : Seni dan Budaya Jadi Penyeimbang Membangun Pemerintah Kabupaten Brebes Guyub Melayani Masyarakat
BACA JUGA : Warna Warni Malioboro Hadirkan Kirab Budaya hingga Musik Amal di Titik Nol Kilometer
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: