BPPTKG Ungkap Aktivitas Merapi Sepekan, 5 Awan Panas dan 38 Guguran Lava

BPPTKG Ungkap Aktivitas Merapi Sepekan, 5 Awan Panas dan 38 Guguran Lava

Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah Kali Sat/Putih pada Jumat (28/8/2026) malam. BPPTKG mencatat 103 guguran dalam sehari dan mengimbau warga menjauhi kawasan bahaya karena status Merapi masih Level III (Siaga).--dok. Induk Frekom 86

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dengan status aktivitas berada pada tingkat Siaga. 

Kondisi tersebut berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) selama periode 25 September hingga 1 Oktober 2026.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa aktivitas Gunung Merapi pada periode tersebut masih berupa erupsi efusif.

“Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat ‘SIAGA’,” ungkap Agus melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2026).

BACA JUGA : Kebakaran Kawasan Gunung Merapi Srumbung Hanguskan 52,81 Hektare, Kerugian Ditaksir Rp1,17 Miliar

BACA JUGA : Merapi Kembali Luncurkan 3 Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Capai 2 Kilometer

Selama sepekan pemantauan, BPPTKG mencatat lima kali awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Sat/Putih.

Selain awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat sejumlah guguran lava. Sebanyak 10 kali guguran lava teramati menuju hulu Kali Boyong dengan jarak maksimum 2.500 meter.

Kemudian enam kali guguran lava mengarah ke hulu Kali Krasak sejauh maksimum 1.700 meter, satu kali menuju hulu Kali Bebeng sejauh 1.700 meter, serta 19 kali menuju hulu Kali Sat/Putih dengan jarak maksimum 2.500 meter.

BPPTKG menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Kembali Meluncur 2 Kilometer ke Arah Kali Boyong

BACA JUGA : Kebakaran Hutan Gunung Merapi Capai 30 Hektare, Tim Masih Lakukan Mopping Up

“Dari sisi morfologi, terdapat sedikit perubahan pada Kubah Barat Daya yang berkaitan dengan perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava. Sementara itu, tidak teramati perubahan morfologi pada Kubah Tengah,” katanya.

Berdasarkan analisis foto udara pada 19 September 2026, volume Kubah Barat Daya tercatat sebesar 4.182.700 meter kubik, sedangkan Kubah Tengah sebesar 2.369.600 meter kubik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: