AI Mengubah Dunia Pendidikan, UIN Sunan Kalijaga Tawarkan Konsep Smart University

AI Mengubah Dunia Pendidikan, UIN Sunan Kalijaga Tawarkan Konsep Smart University

UIN Sunan Kalijaga memasuki usia ke-75. Rektor Prof. Noorhaidi Hasan mendorong Integrasi–Interkoneksi Keilmuan menjadi paradigma transformatif untuk menghadapi era AI.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memasuki usia ke-75 dengan menatap tantangan baru pendidikan tinggi di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, mengungkapkan dengan menengok sejarah berdirinya PTAIN di Yogyakarta pada 1951. Lembaga pendidikan tinggi Islam tersebut kemudian berkembang menjadi IAIN hingga menjadi UIN Sunan Kalijaga dengan bidang keilmuan yang semakin luas.

Perkembangan tersebut tidak hanya mencakup khazanah keislaman, tetapi juga ilmu sosial, humaniora, sains, dan teknologi.

Menurut Prof. Noorhaidi, perjalanan panjang tersebut menghasilkan tradisi akademik Integrasi–Interkoneksi Keilmuan yang menjadi salah satu ciri UIN Sunan Kalijaga.

BACA JUGA:Peneliti UGM dan UIN Bongkar Penyebab Parpol Dinilai 'Mengubur Diri Sendiri'

BACA JUGA:570 Lulusan Dikukuhkan, Rektor Tegaskan UIN Sunan Kalijaga sebagai Kampus Berdampak

“Universitas yang besar adalah universitas yang pengetahuannya dibutuhkan, gagasannya didengar, inovasinya digunakan, lulusannya dipercaya, dan keberadaannya membawa perubahan,” kata Prof. Noorhaidi dalam orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-75 di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Sleman, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan yang dihasilkan kampus dapat diterapkan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Dia kemudian menceritakan pengalamannya mengunjungi Wuxi University of Technology dan menghadiri forum internasional pendidikan vokasi di Yichang, Tiongkok.

Dalam kunjungan tersebut, ia melihat keterhubungan antara pendidikan tinggi, riset, teknologi, industri, dan kebijakan pembangunan dalam satu ekosistem.

BACA JUGA:Target Ekonomi 8 Persen, Menko Airlangga Tekankan Hilirisasi hingga Teknologi AI

BACA JUGA:Film Diponegoro Hero Gunakan Teknologi AI, Jadi Tontonan Spesial Hari Pahlawan di Yogyakarta

Pengalaman itu, menurut Prof. Noorhaidi, dapat menjadi pembelajaran bagi UIN Sunan Kalijaga untuk mengembangkan ekosistem pendidikan dan riset yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia serta kekuatan kampus.

Prof. Noorhaidi juga menyoroti perubahan yang dibawa kecerdasan buatan terhadap dunia pendidikan. Dia menawarkan gagasan “Smart University with Human Touch”, yakni universitas yang memanfaatkan teknologi sekaligus tetap menempatkan kualitas manusia sebagai fondasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait