Kebakaran Kawasan Gunung Merapi Srumbung Hanguskan 52,81 Hektare, Kerugian Ditaksir Rp1,17 Miliar
Titik api kembali terpantau di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Minggu (6/9/2026). TNGM menyebut asap masih terlihat namun mulai mengecil, sementara BPPTKG mempertahankan status Merapi Level III atau Siaga.--dok. IST
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Resort Srumbung, kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), pada 22–24 September 2026 menghanguskan area seluas sekitar 52,81 hektare.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) T. Heri Wibowo menyampaikan hasil analisis dampak kebakaran yang dilakukan berdasarkan peta foto udara BPPTKG serta pemeriksaan lapangan.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, luas areal yang terbakar di Resort Srumbung mencapai sekitar 52,81 hektare. Penentuan luasan dilakukan melalui pemetaan foto udara dan pengecekan langsung di lapangan.
“Analisis dilakukan berdasarkan ground check dan peta foto udara dari BPPTKG untuk mengetahui luas serta tingkat dampak kebakaran terhadap kawasan,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026) malam.
BACA JUGA:Merapi Kembali Luncurkan 3 Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Capai 2 Kilometer
BACA JUGA:Warga Korban Erupsi Merapi Kini Punya Sertifikat Huntap, Sri Sultan Titip Pesan Ini
Dari luasan tersebut, tingkat kebakaran terbagi menjadi tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat. Area dengan tingkat kebakaran sedang menjadi bagian yang paling dominan, disusul area terbakar ringan dan berat.
Kebakaran tersebut turut berdampak terhadap vegetasi di kawasan TNGM. Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak sekitar 2.877 pohon terkena dampak api. Jumlah tersebut terdiri dari 2.765 pohon Pinus merkusii dan 112 pohon non-Pinus merkusii.
Selain kerusakan vegetasi, kebakaran juga menyebabkan hilangnya biomassa dalam jumlah besar. Total biomassa vegetasi yang hilang akibat kebakaran diperkirakan mencapai 611,2 ton.
TNGM juga mencatat adanya sejumlah satwa yang terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut.
BACA JUGA:Kebakaran Hutan Gunung Merapi Capai 30 Hektare, Tim Masih Lakukan Mopping Up
BACA JUGA:Kubah Lava Merapi Bertambah 10.300 Meter Kubik, Suplai Magma Masih Berlangsung
“Dari hasil pemantauan di sekitar lokasi kebakaran, ditemukan dua kelompok monyet ekor panjang dengan jumlah sekitar 20 individu. Selain itu, terdapat sekitar 370 ekor burung berukuran relatif kecil serta lima lubang tempat tinggal mamalia penggali tanah,” ujarnya.
Berdasarkan hasil analisis, TNGM menyebut faktor manusia menjadi dugaan penyebab kebakaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

