Kasus PMK Naik di DIY, Vaksinasi Sapi dan Domba Dipercepat
Pemkot Yogyakarta menggencarkan vaksinasi PMK pada sapi, kambing dan domba, dijadwalkan berlangsung pada 3-5 Februari 2026 dengan total sekitar 120 dosis vaksin, untuk mencegah penularan penyakit di tengah meningkatnya kasus di beberapa kabupaten DIY.--dok. Pemkot Jogja
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Meningkatnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menggencarkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi, kambing dan domba sebagai langkah pencegahan dini.
Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, drh Imam Abror, mengatakan vaksinasi dilakukan sebagai langkah preventif guna memperkuat daya tahan ternak terhadap PMK. Hal tersebut penting terutama untuk mengantisipasi potensi penularan dari ternak luar daerah yang masuk ke Kota Yogyakarta.
“Ini langkah preventif agar sapi, kambing dan domba di Kota Yogyakarta tidak tertular PMK, apalagi kasus di beberapa kabupaten DIY kembali meningkat,” kata drh Imam dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Vaksinasi PMK di antaranya digelar di kelompok ternak Bener, Kemantren Tegalrejo, di mana vaksinasi menyasar 9 ekor sapi dan 19 ekor domba. Sebagian besar vaksin pada sapi merupakan vaksin booster, sementara pada domba mayoritas merupakan vaksin pertama.
BACA JUGA : Yogyakarta Bebas Rabies dan PMK, Vaksinasi Hewan Gratis Berlanjut 2026
BACA JUGA : Penyakit Mulut dan Kuku Kembali Muncul, Pemkot Yogyakarta Siapkan 120 Dosis Vaksin
Secara keseluruhan, vaksinasi PMK di Kota Yogyakarta dijadwalkan berlangsung pada 3-5 Februari 2026 dengan total sekitar 120 dosis vaksin. Sasaran vaksinasi meliputi 40 ekor sapi serta 160 ekor kambing dan domba.
PMK sendiri disebabkan virus Aphthovirus yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing dan domba. Gejala penyakit antara lain luka pada mulut dan kaki, kesulitan berdiri hingga lepas kuku. Meski tingkat kematian relatif rendah, dampak ekonomi bagi peternak cukup besar karena produktivitas ternak menurun dan berat badan hewan berkurang.
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mengimbau peternak untuk segera melapor jika memiliki ternak yang belum divaksin. Peternak juga diminta menunda pembelian ternak dari luar daerah guna menghindari risiko penularan. Jika terpaksa membeli, wajib disertai surat keterangan kesehatan hewan dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas.
Ketua Kelompok Ternak Sapi Tri Handani Rejo, Banardi, mengapresiasi program vaksinasi tersebut karena sangat membantu menjaga kesehatan ternak. Ia mengaku khawatir ternaknya tertular PMK mengingat peningkatan kasus di daerah lain.
BACA JUGA : Warga Antusias Ikuti Vaksinasi Rabies Gratis, Pemkot Yogyakarta Targetkan 45 Kelurahan Tersentuh
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Berikan 3.000 Vaksin Rabies Gratis Sepanjang September, Ini Syarat dan Jadwalnya
“Sangat mendukung vaksinasi booster ini karena membantu menjaga kesehatan sapi dan mencegah penularan dari luar daerah,” tutur Banardi yang memiliki empat ekor sapi.
Hal senada disampaikan peternak domba di Bener, Dede Nugroho. Ia berharap vaksinasi PMK mampu menjaga kesehatan ternak. “Biar tidak terkena PMK dan ternak tetap sehat,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: