Mudahkan Wisatawan Jika Tidak Bawa Uang Tunai, 8 TPR di Kawasan Pantai Gunungkidul Gunakan E-Ticketing

Mudahkan Wisatawan Jika Tidak Bawa Uang Tunai, 8 TPR di Kawasan Pantai Gunungkidul Gunakan E-Ticketing

Beberapa orang sedang berada di Tempat Pemungutan Retribusi Pantai Baron Gunungkidul-jogjapolitan.harianjogja.com-

diswayjogja.com - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul bersama PT. Jasa Raharja Putera Kantor Cabang Yogyakarta merilis e-ticketing melalui Mobile Point of Sales (M-Pos) di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Rabu (13/11/2024).

Penggunaan e-ticketing di delapan TPR akan memudahkan wisatawan apabila tidak membawa unag tunai.

Delapan TPR tersebut, antara lain TPR Jalur Lintas Selatan (JJLS), Baron, Sepanjang, Banjarejo, Ngestirejo, Pulegundes, Tepus, dan Poktunggal.

Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan pemberlakuan e-ticketing diawali dengan uji coba sejak Juli 2024, melalui berbagai evaluasi dan perbaikan-perbaikan.

BACA JUGA : Ciptakan Lingkungan Dukung Tumbuh Kembang Anak, Kementerian PPPA Audit Taman Pintar dan Gajahwong Edupark

BACA JUGA : Usulan Pupuk Bersubsidi 2025 Diprediksi akan Selesai Tepat Waktu, Begini Kata Kepala DP3 Kabupaten Sleman

Menurut ia, e-ticketing akan meningkatkan akuntabilitas pemungutan retribusi di kawasan pantai. Ada 28 mesin Electronic Data Capture (EDC) yang digunakan di delapan TPR.

“Harapan kami semua TPR dapat menggunakan M-Pos. Kami sudah mengusulkan 22 unit EDC lagi. Sekarang tinggal menunggu PT. Jasa Raharja,” kata Windu ditemui di TPR Pantai Baron, Rabu (13/11).

Windu menambahkan capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata saat ini telah mencapai Rp 29 miliar.

Dari jumlah itu, sebanyak Rp 2 miliar berasal dari retribusi e-ticketing M-Pos. Rinciannya M-Pos tunai Rp 600 juta dan M-Pos non tunai Rp 1,4 miliar.

Penggunaan M-Pos ini juga akan memudahkan Dispar dalam melakukan rekapitulasi angka kunjungan dan capaian PAD. Begitu data masuk, maka transaksi tercatat akan langsung terekap secara digital.

Meski penggunaan e-ticketing telah dilakukan terhadap delapan TPR, Windu mengaku masih perlu penguatan jaringan internet.

Jaringan yang tidak stabil menjadi kendala utama M-Pos. Sebab itu, Dispar terus berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul.

BACA JUGA : Polres Kulonprogo Berkolaborasi dengan Multi Sektor Dalam Upaya Cegah Perdagangan Orang Via Bandara YIA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harianjogja.com