Pelecehan Seksual di Kereta Api, Polisi Ungkap 2 Laporan di Yogyakarta
Penumpang KRL di Yogyakarta diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelecehan seksual dan berani melapor. Polisi mencatat dua laporan dugaan kekerasan seksual di kereta pada 2023 dan 2024.--dok. IST
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Perjalanan menggunakan kereta api tidak hanya membutuhkan kewaspadaan terhadap keselamatan, tetapi juga terhadap potensi pelecehan dan kekerasan seksual. Penumpang, khususnya perempuan, diimbau tidak memilih diam apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan yang mengarah pada pelecehan.
Salah seorang pengguna KRL asal Solo, Nola, mengaku cukup resah dengan adanya isu pelecehan seksual di dalam kereta. Menurutnya, kereta merupakan fasilitas umum yang seharusnya memberikan rasa aman bagi seluruh penumpang.
Karena itu, ia memilih untuk lebih menjaga jarak dengan penumpang yang dianggap berpotensi membuat tidak nyaman, terutama ketika harus berdiri selama perjalanan.
"Jaga diri aja sih. Mungkin kalau berdiri, saya jauh dari penumpang laki-laki, berdiri di tempat aja," kata Nola, Rabu (12/8/2026).
BACA JUGA : HPV Menular Lewat Kontak Kulit dan Seksual, Dinkes Jogja: Kankernya Tidak Menular
BACA JUGA : Tragis, Anak Disabilitas Jadi Korban Kekerasan Seksual di Patuk Gunungkidul
Menurut Nola, kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan penumpang untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan.
Ia juga mengaku tidak akan tinggal diam apabila mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual di dalam kereta.
"Yang pertama saya akan tegur pelakunya. Kemudian kalau tidak mempan, saya akan laporkan ke satpam yang biasanya lalu lalang di sini," ujarnya.
Nola mengatakan isu pelecehan seksual di kereta cukup membuat perempuan merasa resah. Terlebih, kereta merupakan fasilitas publik yang semestinya memberikan keamanan dan kenyamanan.
BACA JUGA : Disdikpora DIY Buka Suara Soal Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru SLB
BACA JUGA : 24 Kasus Narkoba dan 65 Kasus Kekerasan Terjadi di Gunungkidul, Pelajar Diminta Tolak Pergaulan Negatif
"Resah sih, cukup resah sih. Karena itu cukup mengganggu banget, karena ini kan fasilitas umum yang harusnya aman," tuturnya.
Ia berharap masyarakat juga memiliki kesadaran untuk menjaga perilaku ketika berada di ruang publik. Menurutnya, setiap orang harus mempertimbangkan kenyamanan orang lain dan tidak melakukan tindakan yang merugikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: