Kemarau Ekstrem Ancam Bantul, Warga Diminta Hemat Air
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, memberikan keterangan terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman kemarau ekstrem dan potensi krisis air bersih di Bantul.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Ancaman kemarau ekstrem pada 2026 mulai diantisipasi serius oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul.
Selain menyiapkan distribusi air bersih, masyarakat diminta berperan aktif dengan menghemat penggunaan air sejak dini.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menegaskan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini berpotensi memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah yang selama ini memang tergolong rawan kekeringan
“Kami sampaikan agar masyarakat tetap berhemat, gunakan air itu untuk kebutuhan pokok seperti minum, masak, dan mandi,” katanya, Sabtu (4/4/2026).
BACA JUGA : Sleman Siaga Kemarau 9 Bulan, Daerah Rawan Air dan Antisipasi Kebakaran Dipetakan
BACA JUGA : OHANA Sleman Hadirkan Kursi Roda Adaptif, Layanan Disabilitas Tak Lagi Disamaratakan
Menurutnya, penggunaan air harus diprioritaskan untuk kebutuhan dasar rumah tangga.
Sementara untuk kebutuhan lain, seperti ternak, tetap diperbolehkan selama tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.
“Untuk kebutuhan minum ternak juga bisa asalkan kebutuhan pokok sudah terpenuhi,” ucapnya.
BPBD Bantul tidak hanya mengandalkan sumber daya pemerintah dalam menghadapi ancaman kekeringan.
Sejumlah langkah kolaboratif juga dilakukan, termasuk menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
BACA JUGA : BPBD Bantul Siaga Cuaca Ekstrem, Ancaman Puting Beliung Mengintai
BACA JUGA : Gerakan Tanah Ancam Rumah Warga di Pajangan Bantul, BPBD Beri Atensi Tinggi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: