Kemarau Ekstrem Ancam Bantul, Warga Diminta Hemat Air

Kemarau Ekstrem Ancam Bantul, Warga Diminta Hemat Air

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, memberikan keterangan terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman kemarau ekstrem dan potensi krisis air bersih di Bantul.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

Ia menjelaskan, selama ini sejumlah perusahaan di Bantul telah berkontribusi dalam membantu distribusi air bersih kepada masyarakat saat musim kemarau. 

Kerja sama tersebut akan kembali dioptimalkan pada tahun ini jika kebutuhan air tidak dapat sepenuhnya dipenuhi oleh pemerintah.

“Jadi kami penuhi dari pemerintah dulu, kalau tidak mencukupi, kami bekerja sama melalui corporate social responsibility (CSR),” tuturnya.

Ia menambahkan, kolaborasi ini terbukti efektif pada tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam menjangkau wilayah yang sulit diakses atau memiliki tingkat kebutuhan air yang tinggi.

“Karena dari tahun-tahun sebelumnya ada sejumlah perusahaan yang peduli dengan kondisi itu,” ujarnya.

BACA JUGA : BPBD DIY Teliti Penyebab Tanah Bergerak di Bantul, Apakah Faktor Alam?

BACA JUGA : BPBD Sleman Imbau Warga Waspada Cuaca Tak Menentu

Selain menyiapkan distribusi air bersih, BPBD Bantul juga telah memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. 

Pemetaan ini dilakukan sebagai dasar untuk menentukan prioritas penanganan serta mempercepat respons saat krisis air terjadi.

Beberapa wilayah yang masuk dalam kategori rawan kekeringan antara lain Kapanewon Piyungan, Dlingo, Imogiri, Sanden, Srandakan, dan Kasihan. 

Wilayah-wilayah tersebut memiliki karakteristik geografis yang rentan terhadap kekurangan air saat musim kemarau panjang.

Dengan adanya pemetaan ini, BPBD dapat lebih efektif dalam menyalurkan bantuan air bersih melalui droping ke titik-titik yang paling membutuhkan. 

BACA JUGA : BPBD Sleman Ingatkan Risiko Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran

BACA JUGA : BPBD Sleman Siagakan Posko Bencana 24 Jam Selama Libur Lebaran

Selain itu, data tersebut juga menjadi acuan dalam menyusun strategi mitigasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: