DPK Sleman Perkuat Literasi Masyarakat Menuju Visi Sleman 2030

DPK Sleman Perkuat Literasi Masyarakat Menuju Visi Sleman 2030

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Shavitri Nurmala Dewi menyampaikan penguatan ekosistem literasi menuju Sleman 2030.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

Selain itu, penguatan literasi juga dilakukan melalui pendekatan berbasis komunitas. 

BACA JUGA : Perpustakaan Sleman Selamatkan Naskah Kuno dan Dorong Literasi Sekolah, Kolaborasi dengan Kraton Yogyakarta

BACA JUGA : Eksplorasi Literasi dan Kenikmatan Kopi Terbaik di Kota Surabaya, Simak Informasi Selengkapnya Berikut Ini

DPK Sleman menjalin kolaborasi aktif dengan pegiat literasi, sekolah, serta taman bacaan masyarakat (TBM) yang tersebar di seluruh kapanewon.

Meski demikian, perjalanan menuju pionir literasi masa depan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah disrupsi digital yang memengaruhi pola konsumsi informasi masyarakat.

Ia menilai, tantangan utama saat ini adalah mengubah ketergantungan masyarakat terhadap gawai agar tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang kreatif dan informatif.

“Tantangan literasi saat ini bukan sekadar membaca, tetapi bagaimana masyarakat mampu memproduksi pengetahuan dan konten yang bermanfaat,” lanjutnya.

Selain disrupsi digital, kesenjangan akses terhadap fasilitas literasi juga menjadi perhatian.

Pemerintah daerah berupaya memastikan sarana literasi yang berkualitas dapat dinikmati secara merata hingga tingkat padukuhan.

BACA JUGA : Perpustakaan Digital SMPN 1 Pakem Jadi Magnet Literasi, Pinjaman Buku Melonjak dalam Tiga Minggu

BACA JUGA : Destinasi Literasi Unggulan Perpustakaan Modern di Jakarta yang Sangat Cozy, Berikut Ulasan Lengkapnya

Di sisi lain, perubahan cara pandang terhadap arsip juga menjadi tantangan tersendiri. 

Arsip yang selama ini sering dianggap sebagai tumpukan dokumen lama perlu dimaknai sebagai aset strategis bagi pengambilan kebijakan dan riset masa depan.

Ke depan, literasi juga akan berkembang pada berbagai kecakapan baru, termasuk literasi data, kecerdasan buatan (AI), serta kemampuan memilah informasi untuk menangkal hoaks di tengah derasnya arus informasi digital.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkab Sleman berharap ekosistem literasi yang kuat dapat mendorong lahirnya masyarakat yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait