DPK Sleman Perkuat Literasi Masyarakat Menuju Visi Sleman 2030
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Shavitri Nurmala Dewi menyampaikan penguatan ekosistem literasi menuju Sleman 2030.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BACA JUGA : 3 Tahun UUK DIY, Literasi Sejarah dan Konstitusi Dinilai Masih Minim
BACA JUGA : Orang Tua Perdana Arie Soroti Literasi Hukum dan Keteguhan Membela Kaum Marginal
Ketiga, melestarikan budaya lokal melalui pengarsipan sejarah Sleman yang sistematis sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan jati diri daerah.
Ia mengatakan berbagai capaian yang telah dirintis selama ini menjadi modal penting untuk melangkah menuju masyarakat berbasis pengetahuan.
“Sleman tidak berangkat dari nol. Berbagai penguatan ekosistem literasi sudah dilakukan dan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Sleman sebagai pionir literasi masa depan,” ujarnya.
Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah transformasi perpustakaan desa atau kalurahan.
Perpustakaan kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Perpustakaan desa kami dorong bertransformasi menjadi ruang belajar bersama, bahkan co-working space bagi masyarakat untuk berdiskusi, berinovasi, dan mengembangkan potensi ekonomi maupun sosial,” jelasnya.
BACA JUGA : Ramadan 1447 H, Lazismu Dorong Literasi Zakat dan Filantropi Islam
BACA JUGA : Daftar Ikonik Wisata Kuliber Nasi Koyor Terbaik di Semarang
Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman juga terus mendorong modernisasi sistem kearsipan melalui digitalisasi arsip daerah.
Upaya ini dilakukan agar dokumen dan memori kolektif daerah dapat terjaga sekaligus mudah diakses oleh masyarakat dan generasi mendatang.
“Digitalisasi kearsipan penting agar sejarah dan memori kolektif Sleman tetap terjaga. Arsip tidak hanya disimpan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan dan referensi pembangunan,” imbuhnya.
Program lain yang terus dioptimalkan adalah pengembangan perpustakaan digital melalui aplikasi Sleman Membaca atau e-library.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai bahan bacaan secara daring sehingga literasi dapat menjangkau wilayah pelosok sekaligus generasi milenial dan generasi Z.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: