DPK Sleman Perkuat Literasi Masyarakat Menuju Visi Sleman 2030
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Shavitri Nurmala Dewi menyampaikan penguatan ekosistem literasi menuju Sleman 2030.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat fondasi literasi masyarakat sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia menuju visi besar Sleman 2030: Pionir Literasi Masa Depan.
Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), Pemkab Sleman berkomitmen menjadikan literasi sebagai motor penggerak pembangunan daerah berbasis pengetahuan (knowledge-based society).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengatakan bahwa Sleman yang telah diakui secara nasional sebagai Kabupaten Literasi kini berada pada momentum penting untuk melangkah lebih jauh.
“Sebagai Kabupaten Literasi yang telah diakui secara nasional, Kabupaten Sleman kini berada pada titik balik untuk melompat lebih jauh dalam membangun masyarakat berbasis pengetahuan,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, penguatan literasi tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan minat baca, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
DPK Sleman, lanjutnya, berupaya menerjemahkan visi-misi Bupati Sleman melalui berbagai program literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
BACA JUGA : Sudut-Sudut Literasi Lewat Kedai Kopi dan Buku Paling Ikonik di Purwokerto
BACA JUGA : Wujudkan Pembelajaran Literasi Keuangan Inklusif, Bank Indonesia Tegal Luncurkan Bahan Ajar Rupiah Braille
“Kami berkomitmen menerjemahkan visi-misi Bupati Sleman dengan memperkuat fondasi intelektual masyarakat melalui literasi. Ini bukan sekadar program perpustakaan, tetapi bagian dari pembangunan manusia Sleman secara menyeluruh,” ucapnya.
Ia menjelaskan, visi Sleman 2030: Pionir Literasi Masa Depan disusun sebagai peta jalan jangka panjang untuk membangun peradaban berbasis pengetahuan di tingkat daerah.
“Visi ini bukan sekadar slogan. Ini adalah peta jalan menuju masyarakat berbasis pengetahuan yang mampu menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
Program literasi yang dikembangkan DPK Sleman difokuskan pada tiga pilar utama yang sejalan dengan arah pembangunan daerah.
Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan nonformal dan perluasan akses informasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kedua, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui literasi terapan atau literasi kesejahteraan, yang mendorong masyarakat memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: