Rp 5 Miliar untuk Pematangan Lahan Taman Budaya Sleman

Rp 5 Miliar untuk Pematangan Lahan Taman Budaya Sleman

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid saat ditemui media--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BACA JUGA : Solo Punya Tempat Destinasi Kafe dengan Sentuhan Budaya dan Klasik

BACA JUGA : Ubarampe Labuhan Merapi, Tradisi yang Jaga Alam dan Budaya

“Kita mulai tahun ini, dan nanti bertahap selama sekitar lima sampai enam tahun,” tuturnya.

Menurutnya, penataan lahan menjadi fase krusial karena akan menentukan wajah kawasan Taman Budaya di masa depan. 

Dengan perencanaan yang matang, kawasan ini diharapkan mampu mengakomodasi berbagai aktivitas seni dan budaya, mulai dari pertunjukan tradisional, pameran seni rupa, lokakarya budaya, hingga kegiatan edukasi bagi pelajar dan masyarakat umum.

Pemerintah Kabupaten Sleman menilai, kehadiran Taman Budaya tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi bagi seniman lokal, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan literasi budaya.

Kawasan ini diharapkan menjadi tempat interaksi lintas generasi, di mana nilai-nilai tradisi dapat diwariskan sekaligus dikembangkan secara kreatif sesuai dengan perkembangan zaman.

Selain itu, pembangunan Taman Budaya juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. 

BACA JUGA : Upacara Bahasa Brebesan dan Sunda Hingga Kirab Budaya, Wujud Akulturasi Identitas Hari Jadi Brebes 348

BACA JUGA : Kisah Sianywati Menjaga Warisan Kue Keranjang Imlek di Tengah Kota Yogyakarta

Dengan adanya kegiatan rutin seperti festival, pameran, dan pertunjukan, kawasan ini berpotensi menarik kunjungan wisatawan dan mendorong tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif, mulai dari perajin, pelaku UMKM, hingga komunitas seni.

Ia menegaskan bahwa meskipun DPU menjadi pelaksana teknis, koordinasi dengan dinas terkait, khususnya yang membidangi kebudayaan, akan terus dilakukan. 

Hal ini bertujuan agar pembangunan fisik selaras dengan konsep dan kebutuhan program kebudayaan yang akan dijalankan di kawasan tersebut. 

“Jadi anggarannya bukan di Dinas Kebudayaan, tapi di DPU. Betul, pelaksananya DPU,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Sleman berharap Taman Budaya dapat menjadi ikon baru bagi daerah, sekaligus memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu pusat kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: