Wamenkes Soroti Kekurangan Tenaga Gizi untuk Dukung Program Stunting

Wamenkes Soroti Kekurangan Tenaga Gizi untuk Dukung Program Stunting

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus memberikan keterangan kepada awak media saat kunjungan kerja di BB Labkesmas Yogyakarta, Bantul--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

Ia menjelaskan, lonjakan kebutuhan tenaga tersebut tidak lepas dari masifnya program pemenuhan gizi nasional yang dijalankan pemerintah. 

Untuk memenuhi kebutuhan SPPG saja, kata dia, diperlukan sekitar 30 ribu pegawai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA : Dinkes Bantul Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Normal Selama Natal, 100 Tenaga Medis Disiagakan

BACA JUGA : Daftar Rekomendasi Minuman Sehat dan Segar Paling Hits di Jakarta, Simak Referensi Selengkapnya Berikut Ini

"Untuk memenuhi kebutuhan SPPG saja ini perlu sekitar 30 ribu pegawai. Sementara jumlah tenaga ahlinya belum sampai 5 ribu," pungkasnya.

Menurutnya, kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga ahli ini harus segera diatasi melalui penyesuaian arah pendidikan dan produksi lulusan. 

Ia mendorong agar institusi pendidikan kesehatan lebih responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.

Ia menekankan, mahasiswa perlu diarahkan ke bidang-bidang strategis yang sedang dibutuhkan negara, sehingga setelah lulus mereka dapat langsung berkontribusi dalam program prioritas pemerintah, termasuk penurunan stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

"Jadi sekarang, kalau bisa, arahkan produksi dan pendidikan mahasiswa ke bidang yang memang sedang dibutuhkan negara," lanjutnya. 

Ia menilai, kondisi ini merupakan konsekuensi dari kemajuan Indonesia sebagai negara yang terus berkembang. 

BACA JUGA : 350 Warga Padati Gayamharjo, LPS dan Bupati Sleman Turun Langsung Bagikan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis

BACA JUGA : Respon Banjir Aceh, UMY Rescue 2025 Fokus Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

Menurutnya, bertambahnya program dan layanan publik justru menjadi indikator bahwa negara semakin serius membangun kualitas hidup masyarakat.

"Paham ya? Jadi ini akibat kemajuan, tidak ada yang salah," tandasnya. 

Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: