Wamenkes Tegaskan Pentingnya Cek Kesehatan Gratis untuk Cegah Penyakit Serius pada Karyawan
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus berfoto bersama jajaran Dinas Kesehatan dan pimpinan PT Yogyakarta Tembakau Indonesia usai meninjau program cek kesehatan dan skrining TBC bagi karyawan di Bantul, Jumat (30/1/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis (TBC) berbasis komunitas bagi karyawan pabrik jasa pelintingan rokok Sampoerna PT Yogyakarta Tembakau Indonesia (MPS) di Kabupaten Bantul, Jumat (30/1/2026).
“Kami melakukan cek kesehatan gratis ini karena beberapa kondisi, seperti diabetes, sering tidak terkontrol selama 3–5 tahun dan akhirnya merusak organ tubuh,” katanya.
Program ini menargetkan 1.300 karyawan, dengan langkah awal berupa deteksi potensi penyakit melalui pemeriksaan rutin.
Kegiatan ini bertujuan mencegah risiko penyakit serius seperti stroke, gangguan darah, atau penyakit jantung, khususnya pada usia produktif.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini, jika penyakit terlalu parah, seseorang tidak bisa bekerja atau membiayai keluarganya.
"Dengan deteksi dini, kami bisa menindaklanjuti kondisi karyawan agar tetap sehat dan produktif,” ujarnya.
BACA JUGA : Wamenkes Soroti Kekurangan Tenaga Gizi untuk Dukung Program Stunting
BACA JUGA : Wamenkes Targetkan Pemerataan Lab TB, Soroti Ketimpangan Akses di Papua
Dalam pelaksanaan program, tim medis akan memeriksa karyawan dengan risiko tinggi.
“Sebagai contoh, jika ada 40–50 orang dengan risiko tinggi, dokter dan perawat akan melakukan tes dan memeriksa obat-obatan mereka agar kondisinya tetap terkontrol. Dengan begitu, mereka bisa tetap bekerja, mencegah penyakit serius, dan pulih dari risiko stroke, gagal ginjal, dialisis, atau serangan jantung,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya program kesehatan pemerintah yang menyasar karyawan perusahaan agar tetap produktif.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah menjelaskan program kesehatan pemerintah kepada perusahaan, sehingga karyawan di Indonesia bisa tetap produktif,” ucapnya.
Selain pemeriksaan rutin, kegiatan hari ini juga meliputi pengecekan gula darah bagi para peserta.
Bagi karyawan yang menunjukkan risiko tinggi, tim medis memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pengaturan gizi, dan penggunaan obat-obatan yang tepat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: