Wamenkes Soroti Kekurangan Tenaga Gizi untuk Dukung Program Stunting
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus memberikan keterangan kepada awak media saat kunjungan kerja di BB Labkesmas Yogyakarta, Bantul--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
Lebih jauh, ia menilai kondisi ini sekaligus menjadi cerminan perkembangan Indonesia sebagai negara yang terus bergerak menuju kemajuan.
BACA JUGA : Akses Sulit, UMY Rescue Tetap Layani Kesehatan Warga Terdampak Banjir Aceh Tengah
BACA JUGA : Libur Panjang, Layanan Kesehatan Bantul Tetap Siaga di Puskesmas dan Dua Pos Pelayanan
Menurutnya, meningkatnya perhatian terhadap aspek kesehatan dan lingkungan menunjukkan arah pembangunan yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.
"Ini bukti bahwa Indonesia makin maju. Negara yang makin maju pasti makin peduli lingkungan," sebutnya.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan tidak dapat dipisahkan dari kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Negara-negara yang telah mencapai tingkat pembangunan tinggi umumnya menempatkan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama dalam kebijakan publik.
"Kalau negara belum peduli lingkungan, berarti negara itu belum maju. Lihat negara-negara maju, lingkungannya pasti sangat dijaga," tambahnya.
Menurutnya, kemajuan bangsa menuntut sistem kesehatan yang lebih kuat dan sumber daya manusia yang memadai untuk menopang berbagai program nasional.
BACA JUGA : Program MBG Bantul, Anak Sehat melalui Gizi dan Kerja Sama Lintas Sektor
BACA JUGA : Menjaga Diri Lewat Pilihan Susu yang Tepat Untuk Kesehatan Jantung, Cek Ulasan Lengkapnya Disini
"Indonesia sekarang menuju negara maju. Tadinya produksi tenaga kesehatan lingkungan masih sedikit," tegasnya.
Ia mengungkapkan, untuk mendorong peningkatan jumlah tenaga profesional, dirinya kerap mendatangi berbagai politeknik kesehatan (Poltekkes) di sejumlah kota besar, seperti Surabaya, Malang, dan Makassar.
Dalam kunjungan tersebut, ia secara langsung meminta pihak kampus agar memperbesar daya tampung mahasiswa di bidang yang paling dibutuhkan negara.
"Karena itu sekarang saya sering datang ke Poltekkes di Surabaya, di Malang, di Makassar. Saya bilang, tolong ahli gizi dan ahli kesehatan lingkungan minimal diterima dua kali lipat di semester yang akan datang," tandanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: