Bantul Andalkan BTT dan Peran Warga Hadapi Ancaman Sesar Opak

Bantul Andalkan BTT dan Peran Warga Hadapi Ancaman Sesar Opak

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan keterangan tentang peran Belanja Tidak Terduga (BTT) dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana di wilayah lintasan Sesar Opak.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

Meski tidak mengingat secara detail besarannya, ia memastikan pos tersebut selalu tersedia setiap tahun anggaran.

“Kalau BTT itu saya tidak ingat besarannya, tapi selalu kita pasang. Memang tujuannya, salah satu tujuan yang utama adalah untuk mengatasi bencana, karena bencana itu tidak pernah kita rencanakan,” ucapnya. 

Ia menekankan, perencanaan pembangunan yang secara khusus mengantisipasi jumlah rumah atau infrastruktur yang akan rusak akibat bencana justru dianggap sebagai menantang bencana itu sendiri. 

Menurutnya, yang tepat adalah menyiapkan ruang anggaran agar pemerintah bisa bergerak cepat ketika musibah datang.

“Kita merencanakan membangun 100 rumah akibat bencana, itu kan namanya menantang bencana, tidak boleh direncanakan. Tetapi kita boleh melakukan mitigasi dengan anggaran yang kotaknya sudah kita tentukan, yaitu di Belanja Tidak Terduga,” tuturnya.

Pendekatan ini membuat pemerintah daerah memiliki fleksibilitas dalam mengambil langkah darurat tanpa harus menunggu perubahan anggaran. 

Dengan demikian, bantuan kepada warga terdampak, perbaikan infrastruktur, dan pemulihan layanan publik bisa dilakukan lebih cepat.

Ia juga kembali menggarisbawahi peran masyarakat sebagai aktor utama di lapangan. 

Kesadaran untuk menyiapkan diri, memahami jalur evakuasi, hingga mengenali tanda-tanda alam, dinilai sebagai bagian dari mitigasi yang tidak kalah penting dibandingkan dukungan dana dan lembaga.

BACA JUGA : Sleman Gempar, Jasad Misterius Membusuk Ditemukan di Makam Randuguwang

BACA JUGA : Bantul Surplus 70 Ribu Ton Beras, Targetkan Luas Tanam 35.000 Hektare di 2026

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BPBD, PMI, relawan, dan warga terus diperkuat.

Menurutnya, kesiapsiagaan yang dibangun bersama akan menjadi benteng utama Bantul dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan.

“Ketika semua pihak sudah berada dalam satu barisan kesiapan, kita tidak sedang menantang bencana, tetapi menyiapkan diri untuk bertahan dan bangkit,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: