Mahasiswa Program Sleman Pintar Kini Wajib Magang 1,5 Tahun, Dorong Lulusan Langsung Siap Kerja
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman, Sarastomo Ari Saptoto (tengah), menjelaskan sistem pembelajaran terintegrasi industri dalam program Sleman Pintar pada Jumpa Pers Peningkatan Kualitas SDM di Kantor Dinas Sosial Sleman, Senin (2--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat kolaborasi antara pendidikan tinggi dan dunia industri melalui program Sleman Pintar.
Tak sekadar memberi beasiswa, program ini kini dirancang agar mahasiswa menguasai teori sekaligus praktik kerja profesional, sehingga setelah lulus mereka langsung siap bersaing di dunia kerja.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sleman, Sarastomo Ari Saptoto, mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran di program Sleman Pintar kini terintegrasi dengan dunia industri.
Mahasiswa akan belajar teori selama empat semester pertama, lalu mengikuti magang intensif selama 1,5 tahun di berbagai perusahaan mitra.
“Sistem perkuliahan kita rancang agar mahasiswa belajar teori di empat semester awal, kemudian melanjutkan magang industri selama semester 5 hingga 7. Jadi, mereka benar-benar siap kerja begitu lulus,” katanya dalam Jumpa Pers Kebijakan Pemkab Sleman dalam Peningkatan Kualitas SDM, Senin (20/10/2025).
Kerja sama antara perguruan tinggi mitra dan dunia industri kini telah menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Sleman, Karawang, hingga Cikarang.
BACA JUGA : Beasiswa Sleman Tetap Selektif, Pendaftar Harus Penuhi Kriteria dan Lolos Passing Grade
BACA JUGA : Sleman Gandeng Perguruan Tinggi dan Perusahaan, Pastikan Lulusan Beasiswa Tak Kembali Miskin
Melalui jaringan tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan luas untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di perusahaan skala nasional.
"Kerja sama ini sudah kami jalin hingga ke Karawang, Cikarang, dan juga beberapa industri di Sleman. Kami ingin mahasiswa penerima Sleman Pintar tidak hanya belajar di ruang kelas, tapi juga mengalami dunia kerja sebenarnya,” ucapnya.
Selama magang, mahasiswa mendapatkan pengakuan SKS (mata kuliah magang), sertifikat industri, serta peluang direkrut langsung oleh perusahaan tempat magang.
Skema ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja.
“Dengan durasi magang yang cukup panjang, mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan akademik, tetapi juga terampil dan siap kerja. Bahkan, banyak yang direkrut sebelum wisuda,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa program ini secara khusus dirancang untuk menjangkau pelajar berprestasi dari keluarga miskin agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terkendala biaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: