BACA JUGA : Ramadan 2026, Pertamina Guyur 1,1 Juta Tabung LPG 3 Kg untuk Jateng-DIY
Penambahan tersebut mencapai puncaknya pada bulan Maret dengan tambahan sebanyak 219.360 tabung elpiji 3 kg.
“Kami harapkan dengan penambahan ini, kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro dapat terpenuhi dengan baik, sehingga aktivitas masyarakat menjelang Lebaran tetap berjalan lancar,” ujarnya.
Selain menjamin ketersediaan pasokan, pemerintah daerah juga memastikan harga elpiji bersubsidi tetap stabil di tingkat pangkalan.
Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masih mengacu pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024.
Dalam aturan tersebut, harga elpiji di tingkat pangkalan ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.
Distribusi elpiji di Sleman sendiri didukung oleh jaringan sebanyak 38 agen dan 2.802 pangkalan yang tersebar di berbagai kapanewon.
BACA JUGA : Sleman Perketat Pengawasan Sembako dan LPG Jelang Ramadhan
BACA JUGA : Waspada Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Tol Prambanan - Purwomartani Dibuka 16 - 29 Maret
Pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada perlindungan konsumen, khususnya terkait ketepatan volume gas dalam tabung elpiji yang beredar di pasaran.
Melalui UPTD Metrologi Legal, Pemkab Sleman melakukan pengecekan secara acak terhadap sampel tabung elpiji mulai dari tingkat Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) hingga pengecer.
Hasil pengawasan menunjukkan bahwa isi tabung elpiji 3 kg yang beredar di wilayah Sleman masih memenuhi standar yang ditetapkan.
Berat isi tabung berada pada kisaran 8 kilogram dengan toleransi plus-minus 90 gram sesuai ketentuan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai isi tabung karena pengawasan takaran terus kami lakukan secara ketat," jelasnya.
Selain elpiji, pemerintah daerah juga memantau kesiapan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjelang Lebaran.
BACA JUGA : Harga Pangan Bantul Terkendali, Cabai Turun Tajam dan Stok LPG Ditambah Jelang Tahun Baru