Masuk Kuliner Ikonik Dari Gulai Tikungan Hingga Sate Padang di Jakarta

Masuk Kuliner Ikonik Dari Gulai Tikungan Hingga Sate Padang di Jakarta

Pesona Gulai Tikungan (Gultik) Blok M--

diswayjogja.id – Bulan suci Ramadan selalu membawa nuansa yang berbeda di setiap sudut kota, tak terkecuali di Jakarta Selatan. Wilayah yang dikenal sebagai pusat gaya hidup dan perkantoran ini seketika berubah menjadi titik temu bagi ribuan pencinta kuliner yang ingin merayakan momen berbuka puasa. Dari gedung-gedung pencakar langit hingga gang-gang sempit, aroma masakan mulai tercium seiring matahari terbenam, menandakan dimulainya ritual berburu hidangan pembatal puasa yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya warga ibu kota.

Jakarta Selatan memang memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan wilayah lainnya dalam hal variasi makanan. Di sini, modernitas dan tradisi berpadu secara harmonis, menciptakan ekosistem kuliner yang sangat kaya. Fenomena "buka bersama" atau bukber di kawasan ini bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan sebuah ajang silaturahmi yang seringkali membutuhkan tempat dengan cita rasa yang sudah teruji oleh waktu. Hal inilah yang membuat keberadaan kedai-kedai makanan legendaris tetap berdiri kokoh meski dikelilingi oleh kafe-kafe kekinian yang bermunculan setiap harinya.

Memilih tempat berbuka puasa di tengah padatnya pilihan di Jakarta Selatan seringkali menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mereka yang merindukan kehangatan rasa masakan nusantara yang orisinal, destinasi kuliner legendaris selalu menjadi jawaban utama. Keaslian resep yang diwariskan secara turun-temurun, konsistensi rasa selama puluhan tahun, serta suasana makan yang terkadang sederhana namun penuh memori, memberikan nilai tambah yang tidak bisa ditemukan di restoran-restoran mewah kelas atas.

Pada Ramadan kali ini, beberapa nama besar di kancah kuliner jalanan Jakarta Selatan kembali menjadi pusat perhatian. Tempat-tempat ini tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga potongan sejarah perkembangan kota Jakarta. Mulai dari kawasan Blok M yang legendaris, Barito yang syahdu, hingga Pasar Santa yang ikonik, setiap lokasi menyimpan cerita rasa yang mendalam. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tiga destinasi kuliner legendaris di Jakarta Selatan yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda untuk menikmati hidangan buka puasa yang memuaskan.

BACA JUGA : Masuk Rekomendasi Destinasi Kuliner Paling Enak dan Hits di Jakarta, Simak Referensi Selengkapnya Berikut Ini

BACA JUGA : Menjelajahi Kelezatan Ini Rekomendasi Destinasi Pempek Terbaik di Jakarta, Simak Referensi Selengkapnya Disini

Pesona Gulai Tikungan (Gultik) Blok M

Siapa yang tidak mengenal Gultik? Singkatan dari Gulai Tikungan ini telah menjadi fenomena tersendiri di Jakarta Selatan. Terletak tepat di tikungan jalanan kawasan Blok M, Kebayoran Baru, tempat ini merupakan representasi nyata dari kuliner kaki lima yang mendunia. Meskipun disajikan di atas trotoar dengan kursi plastik yang sederhana, antrean pengunjung yang datang menggunakan kendaraan mewah hingga motor menunjukkan betapa universalnya kelezatan hidangan ini.

Gultik menawarkan gulai sapi dengan kuah santan yang encer namun sangat kaya akan rempah. Aroma kapulaga, kayu manis, dan cengkeh menyeruak saat kuah hangat tersebut disiramkan di atas nasi putih. Potongan daging sapinya diolah sedemikian rupa hingga memiliki tekstur yang lembut. Biasanya, satu porsi Gultik disajikan dalam piring kecil, sehingga banyak pengunjung yang kerap menambah porsi kedua atau ketiga karena rasanya yang bikin ketagihan. Keberadaannya di pusat keramaian membuat Gultik menjadi tempat yang strategis bagi mereka yang ingin berbuka puasa sambil menikmati hiruk pikuk suasana malam Jakarta yang ikonik.

Waktu Operasional: Pukul 17.00 hingga 05.00 WIB (Sangat ideal untuk buka puasa hingga sahur).

Menu Unggulan: Nasi Gulai Sapi dengan tambahan kerupuk dan sate-satean.

Estimasi Harga: Berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp25.000 per porsi.

Bubur Ayam Barito

Bagi sebagian orang, berbuka puasa dengan makanan yang bertekstur lembut dan hangat adalah pilihan yang paling bijak untuk menjaga pencernaan. Di sinilah Bubur Ayam Barito mengambil peran. Kedai yang sudah ada sejak tahun 1990-an ini dikenal sebagai salah satu pelopor bubur ayam "tanpa kuah kuning" yang memiliki konsistensi sangat kental. Keunikan utama dari bubur ini terletak pada penggunaan cheese stick sebagai pengganti kerupuk biasa, memberikan sensasi gurih dan renyah yang unik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait