Pergerakan Tanah di Pajangan Bantul Rusak 20 Rumah
Suasana rumah warga yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah di Padukuhan Guwo RT 03, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Sebanyak 20 rumah terdampak dalam peristiwa tersebut.--Foto: IST
BANTUL, diswayjogja.id - Pergerakan tanah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Insiden tersebut terjadi di Padukuhan Guwo RT 03, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan dan menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi setelah hujan mengguyur wilayah tersebut pada 26 Februari 2026.
Dampaknya cukup signifikan karena tanah di kawasan tersebut mengalami penurunan hingga sekitar 2,5 meter.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan pergerakan tanah tersebut menyebabkan sedikitnya 20 rumah warga terdampak.
Dari jumlah itu, sebagian besar rumah mengalami kerusakan berat.
BACA JUGA : BPBD Sleman Siagakan Posko Bencana 24 Jam Selama Libur Lebaran
BACA JUGA : BPBD Bantul Minta Lima Warga Mengungsi Usai Tebing Longsor di Imogiri
“Peristiwa ini menyebabkan 20 rumah terdampak. Sebanyak 19 rumah mengalami rusak berat, sementara satu rumah roboh sehingga tidak dapat dihuni,” katanya, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, luas area tanah yang mengalami pergerakan diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Kondisi tersebut membuat kawasan permukiman warga menjadi rawan dan perlu penanganan lebih lanjut dari berbagai pihak.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini juga berdampak pada sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Data sementara menunjukkan ada delapan kepala keluarga dengan total 22 jiwa yang terdampak langsung oleh insiden tersebut.
“Total ada delapan KK dengan 22 jiwa yang terdampak akibat pergerakan tanah ini. Mereka tinggal di sekitar lokasi yang mengalami kerusakan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: