Tanpa Tambang dan Industri Besar, Sleman Bertaruh pada Kesehatan dan Ekonomi Rakyat

Sabtu 10-01-2026,06:28 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

BACA JUGA : 10 Destinasi Terfavorit Nataru di Sleman, Kaliadem Teratas

Menurutnya, keterbatasan sumber daya alam justru menjadi momentum bagi Sleman untuk memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

“Jika berbicara tentang pembangunan manusia dan aspek ekonomi, sumber daya dan potensi wilayah kita memang terbatas. Karena itu yang terus kita dorong adalah ekonomi kerakyatan, usaha kecil, ekonomi keluarga, dan usaha berbasis masyarakat,” tuturnya. 

Ia membandingkan kondisi Sleman dengan sejumlah daerah lain yang memiliki keunggulan di sektor tambang, kehutanan, atau industri besar.

Dalam kondisi tersebut, Sleman dituntut memaksimalkan modal sosial, kreativitas warga, serta kekuatan komunitas sebagai penggerak ekonomi lokal.

Dalam konteks ini, kehadiran expo dinilai strategis karena mampu menggerakkan pelaku usaha hingga ke tingkat akar rumput. 

Sekda menyebut keterlibatan masyarakat dalam expo tidak bersifat simbolik, melainkan aktif hingga level ranting melalui berbagai binaan usaha dari pemerintah maupun organisasi masyarakat.

BACA JUGA : Nataru Sleman Diserbu 833 Ribu Wisatawan, Uang Berputar Rp362 Miliar

BACA JUGA : 0,5 Hektar di Merapi Panen 4 Ton Jagung, Sleman Uji Ketahanan Pangan Nyata

Ia berharap penguatan sektor kesehatan dan ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan sebagai dua pilar utama pembangunan manusia di Sleman. 

Dengan pendekatan tersebut, Sleman diyakini mampu membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, meski berada di tengah keterbatasan sumber daya alam.

Kategori :