Sleman Naikkan IPM dengan Fokus Pendidikan dan Kesehatan

Sleman Naikkan IPM dengan Fokus Pendidikan dan Kesehatan

Sekda Sleman Susmiarto berfoto bersama jajaran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah usai pembukaan Muhammadiyah Sleman Expo #1 di Atrium Rama Sleman City Hall (SCH), Sleman, Jumat (9/1/2025).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman menempatkan penguatan layanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. 

Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Sleman Expo #1 yang tahun ini diarahkan untuk mendorong penguatan sektor pendidikan, kesehatan, serta layanan usaha pemerintah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Susmiarto, menegaskan bahwa Sleman Expo bukan sekadar ajang promosi, melainkan ruang konsolidasi antar-pemangku kepentingan dalam memperbaiki kualitas layanan dasar masyarakat.

"Kegiatan Sleman Expo tahun ini diadakan untuk mendorong penguatan usaha di bidang pendidikan, kesehatan, serta sisi usaha pemerintah yang merupakan layanan dasar,” katanya, saat membuka kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 di Atrium Rama Sleman City Hall (SCH), Jumat (9/1/2025).

Ia mengungkapkan, upaya perbaikan layanan pendidikan di Sleman membuahkan hasil signifikan. 

Berdasarkan evaluasi nasional, Sleman berhasil menjadi kabupaten dengan capaian terbaik dalam perbaikan layanan pendidikan di kategori kabupaten dengan kekuatan sedang.

BACA JUGA : PSS Sleman Evaluasi Menit Awal Jelang Laga Kontra PSIS Semarang

BACA JUGA : Natal 2025 Jadi Alarm Ketahanan Keluarga Sleman

Capaian tersebut diukur dari indikator strategis seperti rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah yang menjadi tolok ukur utama kualitas pendidikan suatu daerah.

“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil menjadi yang terbaik dalam perbaikan layanan pendidikan. Ini diukur dari rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah,” ucapnya. 

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kerja kolaboratif seluruh unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan pendidikan. 

Selain perangkat daerah, kontribusi Kementerian Agama beserta satuan pendidikan di bawahnya turut memberi pengaruh besar.

Menurutnya, madrasah negeri maupun swasta memiliki peran strategis dalam menjaga dan meningkatkan akses pendidikan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan yang dikelola organisasi kemasyarakatan.

"Madrasah negeri maupun swasta, salah satunya Muhammadiyah, memiliki peran yang sangat besar sehingga Sleman dapat memperoleh capaian tersebut,” tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: