Gencarkan Program Eksist, Langkah Solutif Antisipasi Peredaran Narkoba Jenis Baru Bagi Kalangan Pelajar

Gencarkan Program Eksist, Langkah Solutif Antisipasi Peredaran Narkoba Jenis Baru Bagi Kalangan Pelajar

-ISTIMEWA-

TEGAL, diswayjogja.id - Makin pesatnya perkembangan New Psychoactive Substance (NPS-red) di dunia mencapai 1.247 jenis, sebanyak 167 jenis NPS diantaranya terindikasi beredar di Indonesia.

Kondisi tersebut, mendapat atensi khusus dari Badan Narkotika Nasional Kota Tegal yang terus menggencarkan program Edukasi Keliling dan Intervensi Lapangan Berbasis Teknologi (Eksist-red).

Bahkan, optimalisasi Program Eksist diklaim menjadi langkah solutif dalam mengantisipasi sekaligus mencegah peredaran narkoba jenis baru yang makin dinamis saat ini.

Media penguatan imun melalui pencegahan, pemulihan pecandu dengan rehabilitasi dan menekan supply melalui pemberantasan peredaran gelap, menjadi elemen penting untuk terus disinergikan dalam menekan laju angka prevalensi pecandu atau penyalah guna narkotika.

BACA JUGA : BNNK Tegal Gandeng Pemkab dan Polres Brebes Wujudkan 10 Rintisan Kampung Tangguh dan Desa Bersinar

BACA JUGA : Wujudkan Kolaborasi Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika, BNN Perkuat Sinergitas Dengan Pemkot Tegal

Mengacu strategi kebijakan P4GN secara nasional, masih terus dilakukan dengan berbagai upaya merujuk kepada misi Asta Cita poin ke-7 Presiden Republik Indonesia melalui penguatan pencegahan dan pemberantasan narkoba, meletupkan serangkaian rancangan inovasi yang efektif dan diharapkan bisa tepat sasaran.

Seperti yang dilakukan BNN Kota Tegal, sebagai pelaksana tugas dan fungsi P4GN di daerah berupaya untuk merambah bagian terluar wilayah zonasi kerja Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kab Brebes dengan mengenalkan program Eksist.

Kepala BNN Kota Tegal Kunarto menjelaskan, Eksist merupakan program yang digagas sebagai upaya perluasan jangkauan dan kemudahan akses layanan informasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.

"Sasarannya meliputi generasi muda, dengan edukasi keliling, BNN Kota Tegal siap memberikan informasi dan pemahaman mengenai dampak buruk dan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada pelajar dari tingkat dasar hingga mahasiswa," ungkapnya.

BACA JUGA : 6 Tersangka Kasus Narkoba, Setengah Kg Sabu, 15 Gram Ganja dan 662 Butir Ekstasi Jadi Bukti Kinerja BNNK Tegal

BACA JUGA : Pasca Geledah Kampung Ambon, Tiba-tiba Muncul Isu Kepala BNN Suyudi Ario Seto - Shandy Aulia

Selain dari pergaulan hingga pengaruh teman sebaya, lanjut Kunarto, masih lemahnya daya tangkal ( ketahan diri ) penyalahgunaan narkoba sering terjadi karena ketidaktahuan atau minimnya perolehan informasi tentang apa itu narkoba.

"Skrining Intervensi Lapangan berbasis teknologi, awalnya dikemas dengan kegiatan secara manual berupa pembagian kuisioner kepada pelajar dan mahasiswa," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: