Menurut Tutik, kondisi Pasar Terban setelah direvitalisasi sangat berbeda dibandingkan sebelumnya. “Sekarang pasarnya bagus dan megah,” tuturnya.
Ia berencana memindahkan barang dagangannya pada Jumat, 9 Januari 2026, secara bersamaan dengan pedagang lain agar proses pemindahan berjalan lebih mudah dan terkoordinasi.
BACA JUGA : Libur Tahun Baru 2026, Pasar Ngasem Jogja Diserbu Wisatawan Pemburu Kuliner Legendaris
BACA JUGA : Libur Nataru 2025, Pengunjung Pasar Beringharjo Tembus 6.000 Orang per Hari
“Rencananya hari Jumat bareng-bareng pedagang lain,” imbuhnya.
Seperti Nanik, Tutik juga berharap wajah baru Pasar Terban mampu menarik lebih banyak pengunjung. Dengan meningkatnya jumlah pembeli, ia optimistis omzet penjualan pedagang akan ikut terdongkrak.
“Semoga dengan pasar yang baru ini, pembeli makin banyak dan omzet ikut meningkat,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menargetkan Pasar Terban mulai beroperasi penuh pada 10 Januari 2026.
Pasar tersebut disiapkan sebagai pasar ayam percontohan yang aman, nyaman, bersih, dan halal, sekaligus pusat perdagangan baru di Kota Yogyakarta.
BACA JUGA : Dinas Pertanian Yogyakarta Pastikan Daging Sapi di Pasar Aman Jelang Akhir Tahun
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Batasi Plastik di Pasar Tradisional, Hasto Ajak Warga Gunakan Wadah Berulang
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan pembangunan Pasar Terban telah melalui proses panjang, termasuk tahapan pemusyawaratan terkait aspek hukum dan pengelolaan rumah tangga pasar yang dilaksanakan oleh satuan kerja pelayanan provinsi sejak April hingga September 2025 dengan total anggaran sebesar Rp55.999.598.
“Pasar ini tidak hanya menambah ruang aktivitas perdagangan dari satu lantai menjadi tiga lantai, tetapi juga menjadi pusat perdagangan baru di Kota Yogyakarta,” tutur Veronica.