Pemkot Yogyakarta Targetkan Pasar Terban Beroperasi Penuh Mulai 10 Januari 2026
Pemkot Yogyakarta menargetkan Pasar Terban beroperasi penuh mulai 10 Januari 2026, pasar tiga lantai ini disiapkan sebagai pasar ayam modern yang bersih, halal, dan higienis, sekaligus pusat perdagangan baru di kawasan strategis Kota Yogyakarta. --Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menargetkan Pasar Terban mulai beroperasi penuh pada 10 Januari 2026.
Pasar tersebut disiapkan sebagai pasar ayam percontohan yang aman, nyaman, bersih, dan halal, sekaligus pusat perdagangan baru di Kota Yogyakarta.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan pembangunan Pasar Terban telah melalui proses panjang, termasuk tahapan pemusyawaratan terkait aspek hukum dan pengelolaan rumah tangga pasar yang dilaksanakan oleh satuan kerja pelayanan provinsi sejak April hingga September 2025 dengan total anggaran sebesar Rp55.999.598.
“Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, ketika pembangunan pasar sudah selesai dan dibayar, maka pasar harus segera dioperasionalkan,” ujarnya dalam acara wiwitan Pasar Terban, Kota Yogyakarta, Selasa (30/12/2025).
BACA JUGA : Hasto Ingin Pasar Terban Jadi Modern dan Berintegritas, Tekankan Kejujuran Pedagang dan Digitalisasi
BACA JUGA : Jelang Operasional, Pasar Terban Mulai Tempati Zonasi Baru untuk 500 Pedagang
Ia menambahkan, Pemkot Yogyakarta juga mendapat arahan dari Wali Kota agar Pasar Terban segera difungsikan, mengingat adanya dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang harus segera dipertanggungjawabkan.
Pasar Terban diharapkan menjadi percontohan pasar ayam modern dengan konsep higienis dan halal. Selain itu, keberadaannya di kawasan bisnis dan pendidikan dinilai strategis untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kota.
“Pasar ini tidak hanya menambah ruang aktivitas perdagangan dari satu lantai menjadi tiga lantai, tetapi juga menjadi pusat perdagangan baru di Kota Yogyakarta,” kata Veronica.
Pasar Terban juga disiapkan untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) Kota Yogyakarta yang terdampak penataan kawasan, khususnya di wilayah sekitar kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Penataan pedagang, zonasi, dan model usaha telah dilakukan secara bertahap sejak Oktober hingga Desember 2025.
BACA JUGA : Desember 2025, Pedagang Pasar Terban Akan Pindah ke Bangunan Baru
BACA JUGA : Dinas Pertanian Yogyakarta Pastikan Daging Sapi di Pasar Aman Jelang Akhir Tahun
Secara fungsi, lantai satu Pasar Terban difokuskan untuk perdagangan ayam hidup dan potong, itik, serta sayuran. Veronica menyebut, Pasar Terban akan menjadi salah satu pasar dengan kapasitas perdagangan ayam terbesar di Indonesia.
Sementara itu, lantai dua akan diisi berbagai usaha penunjang seperti restoran, jasa permak, jasa cukur, dan layanan lainnya. Adapun lantai tiga diperuntukkan bagi kuliner siap saji serta ruang aktivitas promosi dan kegiatan pendukung pasar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: