Hasto Ingin Pasar Terban Jadi Modern dan Berintegritas, Tekankan Kejujuran Pedagang dan Digitalisasi

Hasto Ingin Pasar Terban Jadi Modern dan Berintegritas, Tekankan Kejujuran Pedagang dan Digitalisasi

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo (tengah) mengecek kondisi salah satu los di lantai 2 Pasar Terban, Kota Yogyakarta, Selasa (30/12/2025), usai acara Wiwitan atau peresmian Pasar Terban.--Foto: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, ingin menjadikan Pasar Terban sebagai pasar modern yang berintegritas, bersih, halal, dan adaptif terhadap perkembangan digital. 

Hasto menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang benar, termasuk jaminan kehalalan dan kebersihan dalam aktivitas jual beli, khususnya untuk produk pangan.

“Kalau ada yang bertanya, motongnya nganggo bismillah apa tidak, itu bisa dijawab. Prosesnya harus benar, tidak menyiksa hewan, bersih, dan halal. Ini bagian penting dari kepercayaan publik,” ujar Hasto saat acara Wiwitan Pasar Terban di Kota Yogyakarta, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, pasar tidak hanya dimaknai sebagai tempat transaksi secara fisik, tetapi juga sebagai indikator kemajuan suatu wilayah. Semakin tinggi kompleksitas perdagangan di pasar, maka semakin besar peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA : Jelang Operasional, Pasar Terban Mulai Tempati Zonasi Baru untuk 500 Pedagang

BACA JUGA : Desember 2025, Pedagang Pasar Terban Akan Pindah ke Bangunan Baru

“Dengan bangunan baru ini, kompleksitas Pasar Terban harus bertambah. Jenis layanan bertambah, pelaku usaha bertambah, termasuk UMKM yang sebelumnya berjualan di sekitar UGM kini masuk ke pasar. Ini indikator kemajuan,” katanya.

Hasto juga mendorong modernisasi sistem transaksi di pasar, salah satunya melalui penerapan pembayaran non-tunai seperti QRIS. Dia menilai memulai kebiasaan baru di tempat yang baru jauh lebih mudah dibandingkan mengubah pola lama.

“Memulai yang baru dengan cara yang baru itu penting. Kalau sudah berjalan lama, mengubah perilaku itu sulit. Maka di tempat baru ini, mulailah dengan kebiasaan yang lebih baik,” jelasnya.

Selain modernisasi, Hasto turut menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan limbah pasar secara serius. Dia berharap Pasar Terban dapat menjadi contoh pengelolaan sampah pasar yang baik dan berkelanjutan.

BACA JUGA : Libur Nataru 2025, Pengunjung Pasar Beringharjo Tembus 6.000 Orang per Hari

BACA JUGA : Dinas Pertanian Yogyakarta Pastikan Daging Sapi di Pasar Aman Jelang Akhir Tahun

“Pengolahan sampah di sini bisa menjadi percontohan. Kalau orang mau studi banding pengelolaan sampah pasar, Pasar Terban bisa jadi rujukan,” terangnya.

Dengan letaknya yang berdekatan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), Hasto optimistis Pasar Terban dapat berkembang menjadi pusat keunggulan (center of excellence) ekonomi kerakyatan, sekaligus laboratorium riset dan pembelajaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: