Ia menjelaskan Disperindag bekerja sebagai pusat konsultasi usaha yang memberikan dukungan komprehensif bagi UMKM.
Berdasarkan pengalaman pendampingan, sebagian besar persoalan usaha dapat ditelusuri pada lima fondasi utama, yakni permodalan, produksi, pemasaran, sumber daya manusia, dan legalitas.
“Jika ditarik garis besar, masalah usaha biasanya berkaitan dengan lima fondasi utama yaitu permodalan, produksi, pemasaran, SDM, dan legalitas,” imbuhnya.
Untuk konteks UMKM, menurutnya, tantangan terbesar saat ini berada pada aspek produksi dan pemasaran.
Karena itu, Disperindag menyiapkan tenaga konsultan khusus agar pelaku usaha dapat memperoleh solusi yang lebih terarah, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga strategi distribusi.
“Insya Allah, kami memiliki konsultan produksi dan pemasaran di PLUT, fungsinya seperti puskesmas usaha, tempat pelaku UMKM datang untuk berkonsultasi dan mencari jalan keluar atas kendala yang mereka hadapi,” sebutnya.
BACA JUGA : Batik Metaflora Pekalongan, Dari Canting ke AI: Success Story UMKM Binaan BI Tegal
BACA JUGA : Yudi Prihantana Nahkodai Kadin Sleman, Fokus Perkuat UMKM dan Investasi
Melalui skema pendampingan berkelanjutan, PLUT berharap UMKM di Ngawen tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperluas akses pasar secara lebih terukur dan berkelanjutan.